M. Nabil, Ketua Harian KONI Jatim.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meski beberapa cabor sudah dipastikan akan diikutsertakan dalam PON XX namun hingga saat ini pihak KONI Jatim masih belum bisa melakukan pelatihan atlet.

Terkait hal ini M. Nabil selaku Ketua Harian KONI Jatim membenarkan tentang hal itu. Ia menambahkan ketentuan itu dilakukan karena pihaknya mengikuti mekanisme yang berlaku.

Sebelum KONI Jatim melakukan pembinaan atlet harus ada beberapa mekanisne yang dilalui, yang utama yakni menunggu pengesahan.

"Ketika disahkan mereka kan langsung dipanggil itu. Dari PB nya dikasih tahu masing-masing kalau sudah disahkan. Nah setelah disahkan mereka akan ikut menjadi peserta PON," jelasnya.

Saat sudah disahkan tahap selanjutnya, pengprov setiap cabor akan mengusulkan nama-nama pelatih dan atlet.

"Cabornya mengusulkan nama-nama pelatih dan nama-nama atlet untuk disahkan menjadi atlet puslatda," tambahnya.

"Nah disitu kita bina yang nantinya akan diproyeksikan di tahun 2020 akan dapat apa," jelasnya.

Hingga saat ini KONI Jatim belum bisa melakukan pembinaan karena secara tertulis belum ada bukti administratif. Jika bukti tersebut sudah ada pihak KONI Jatim akan segera melakukan pembinaan terhadap atlet.

"Kita tidak bisa melakukan pembinaan dalam konteks puslatda karena secara terlulis administratif belum disahkan cabor yang ditentukan. Kalau sudah di sahkan kita langsung melakukan pembinaan," Nabil mengakhiri.lx