Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana menghadiri deklarasikan Kolaborasi Anak Muda Indonesia atau disingkat KAMI. (SP/MOH.AINUL YAKIN)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puluhan anak muda Jawa Timur mendeklarasikan Kolaborasi Anak Muda Indonesia atau disingkat KAMI. Dalam deklarasi ini dihadiri pula oleh Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Sabtu (7/4/2018) kemarin.

Ketua panitia deklarasi Setiawan menuturkan dalam KAMI ini nantinya akan mencoba untuk mendobrak stigma masyarakat tentang anak muda yang cenderung negatif dan tidak produktif. Ia mengatakan ada tiga poin dalam visinya yakni yang pertama adalah KAMI Sehat, KAMI Kreatif, dan KAMI Peduli.

"KAMI Sehat kita bertujuan untuk menggerakkan untuk masyarakat hidup sehat. KAMI Kreatif untuk mencoba menjadikan anak muda mempunyai karya-karya untuk turut memajukan bangsa. KAMI Peduli ialah yang biasanya anak muda acuh terhadap sekitar kini anak muda untuk lebih peduli terhadap sekitar," jelas Setiawan dalam sambutannya di AUla Satu Atap Jalan Pacar Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Diketahui dalam acara ini juga mengundang pembicara Mufti Anam (dokter, CEO Anam Capital dan Ketua HIPMI Jatim), Ahmad Tesario (CEO Satu Atap), dan Niluh Rara (Announcer EBS fm). Acara ini juga dihadiri oleh anak muda dari berbagai latar belakang baik mahasiswa, komunitas dll.

Selain di Surabaya, KAMI juga akan menggelar acara yang sama di kota Malang esok hari (7/4/2018) dengan menggandeng komunitas motor. Menurut Setiawan komunitas motor yang diidentikkan dengan kenakalan hura-hura akan diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan dengan menggelar bersih-bersih jalanan.

"Kita akan ajak komunitas motor untuk bersih-bersih jalanan. Untuk membuktikan geng motor juga punya kepeduian," jelas mantan Cak Surabaya itu
Sementara itu, Wisnu Sakti Buana yang hadir sebagai pembicara khusus mengapresiasi atas adanya komunitas seperti KAMI. Wisnu juga berpesan akan lebih banyak lagi anak muda slJawa Timur khususnya Surabaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Anak muda, lanjut Wisnu adalah tonggak perubahan bangsa yang mempunyai ide dan keberanian tinggi.

"Itu yang saya harapkan komunitas-komunitas muda tidak hanya berbicara komunitasnya saja. Akan tetapi bagaimana komunitas itu memberikan efek positif kepada orang yang membutuhkan," pesan Wisnu yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya itu.

Wisnu juga memberikan pengertian tentang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang sebagian besar digerakkan oleh pemuda tempo dulu. Ia mencontohkan Sukarno saat itu yang ketika ditahan oleh Belanda dan memacakan pledoi pembelaannya berjudul "Indonesia Menggugat".

"Itu merupakan bukti dari pemuda yang mempunyai daya pandang yang jauh kedepan. Memiki pemikiran bahwa suatu saat akan ada kekuatan besar di asia timur," ujar Wisnu.

Di penghujung acara usai diskusi tentang kesehatan, kepemudaan dan kewirausahaan peserta diundi untuk mendapatkan hadiah berupa kaos dan topi khas KAMI.moh