Suasana pertemuan antara perwakilan KONI Jatim serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Pusat di Jakarta. (Dok.pribadi)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - KONI Jatim telah melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Pusat (BNN). Dalam kerjasama tersebut kedua pihak akan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menanggulangi bahaya narkoba.

Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Senin (2/4/2018) dihadiri oleh Erlangga Satriagung, Ketua Umum KONI Jatim dan M. Nabil, Ketua Harian KONI Jatim serta Ari Rahardi selaku staf KONI Jatim sedangkan BNN diwakili oleh Deputi III Pencegahan Narkoba.

"Kita telah mengadakan audensi dengan pihak BNN untuk membuat suatu kegiatan untuk menanggulangi narkoba," ucap M. Nabil, Selasa (10/2/2018).

Kerjasama ini dilakukan mengingat KONI Jatim sebagai salah satu civitas olahraga telah berupaya melakukan pencegahan narkoba dengan menggaransi atletnya.

"Kenapa kita melakukan itu karena kita anggap bahwa potensi pencegahan itu bisa dilakukan di dalam civitas olahraga dan kita menggaransi atlet aman untuk komunitas atlet," ujarnya.

Selain mencegah penggunaan narkoba dikalangan atlet, KONI Jatim juga ingin berkontribusi dalam melakukan pencegahan kepada masyarakat melalui atlet-atlet tersebut.

"Tetapi kita juga harus punya peran dan kontribusi bagaimana yang ada diolahraga ini juga dilakukan di tempat-tempat lain dengan jaringan mereka masing-masing," tambahnya.

"Kita menggaransi karena kita punya jaringan yang cukup bagus untuk mengamankan. Ada KONI Kabupaten Kota 38. Ada cabor, masing-masing cabor dari 54 itu kan rata-rata punya atlet semua," jelasnya.

Nabil menjelaskan, kegiatan yang dilakukan KONI Jatim adalah kegiatan konkrit yang langsung bersentuhan dengan yang bersangkutan.

Sebagai bentuk realisasi atas kerjasama penanggulangan ini, KONI Jatim akan mengundang atlet untuk diberi penjelasan tentang narkoba.

"Karena itu kita nanti akan mengundang atlet puslatda dan orangtua atlet kita undang juga pelatih-pelatih itu, untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya dan bagaimana modus-modus perdagangan, penyalahgunaan dan penyebaran narkoba," Nabil mengakhiri.lx