Kasubbag Humas AKP Chintya Dewi bersama Kasi Propram Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro. (Foto: SP/Robertus)

SURABAYA PAGI, Surabaya - Penanganan kasus dugaan pemerasan dan penganiayaan oleh empat oknum polisi di Surabaya rupanya tak main-main. Kasi Propam Polrestabes Surabaya,Kompol Kuncoro dengan tegas akan memproses keempat oknum polisi yang tak bertanggung jawab itu sesuai perintah Kapolrestabes.

"Bapak Kapolres tegas untuk melakukan pembersihan di intitusi. Kami apresiasi masyarakat yang sudah dengan berani untuk melaporkan kejadian tersebut guna memperbaiki kinerja kepolisian," kata Kuncoro, saat dihubungi Surabaya Pagi, Kamis (12/4) sore.

Sementara itu, dari informasi yang didapat oleh Surabaya Pagi, empat oknum polisi bernama Bripka Sony, Aiptu Aris, Brigadir Teguh asal polsek Pakal Surabaya dan Aipda Mustofa asal polsek Rungkut memang telah sering melakukan tindakan serupa secara berulang-ulang. Bahkan tak ayal mereka juga kerap membawa nama Polsek lain guna menghilangkan jejak atas perbuatannya itu.

"Sering mereka main diluar tanpa sepengetahuan pimpinan. Bahkan yang ironis pakai bawa nama polsek lain. Yang jelek polseknya," ujar sumber yang enggan namanya disebut.

Lebih lanjut,Sumber menyebut jika aktor intelektual dari perbuatan melanggar hukum itu dilakukan oleh Aipda Mustofa. Bahkan nama Mustofa dikenal oleh banyak bandar narkoba yang ada di jalan Kunti Surabaya.

"Para Bandar itu siapa yang gak kenal sama dia (mustofa). Dulu pernah dinas di Pakal,terus pindah narkoba polres dipindah lagi ke rungkut," imbuhnya.

Disinggung terkait informasi itu, Kuncoro mengaku akan mendalami informasi yang disampaikan kepada pihaknya.

"Benar tidak hanya polsek yang dirugikan,tapi institusi kepolisian juga teecoreng. Kami akan terus dalami perkara ini mas. Sekali lagi terimakasih informasinya," tutup mantan Kapolsek Lakarsantri itu.