Logo KONI Jatim.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Agenda kerjasama antara KONI Jatim dengan Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam upaya pencegahan narkoba merupakan program pertamakali yang dilakukan oleh KONI se-Indonesia.

"Pertama kali dilakukan dan pertama kali dilakukan oleh KONI se-Indonesia ya KONI Jawa Timur," jelas M. Nabil selaku Ketua Harian KONI Jatim.

Adanya kerjasama dalam bidang narkotika ini sangat disambut bahagia oleh pihak BNN.

"Mereka (pihak BNN, red) merespon dan menyambut baik karena yang diharapkan BNN ya seperti ini. Tidak hanya BNN sendirian bekerja untuk yang menanggulangi, tidak bisa. Elemen-elemen masyarakat harus punya inisiatif sendiri. Kalau bekerja sama kan jadi sinergis kita," tambahnya.

Nabil menjelaskan jika kerjasama ini merupakan inisiatif pihak KONI Jatim, sehingga BNN pun mungkin juga tidak menduga.

"Agenda ini mungkin tidak terbaca oleh BNN. Kalaupun KONI Pusat itu mengadakan MoU belum tentu KONI Pusat punya anggota. Kalau kita kan punya anggota," jelas Nabil.

"Kalau KONI Pusat kan hanya struktur saja, kalau kita kan ada atlet Puslatda," jelasnya.

Dari kerjasama ini, Nabil berharap jika pihaknya sebagai salah satu elemen masyarakat bisa berkontribusi untuk masyarakat dengan mengawali membersihkan pengguna narkoba dari internal, yakni para atlet
"Jangan sampai kita triak-triak anti narkoba tapi di tempat kita sendiri atletnya tidak beres. Jangan bicara kita anti narkoba kalau atlet kita sendiri tidak beres," tegas Nabil.

Karena sejauh ini pihak KONI Jatim telah merasa berhasil menjaga atlet-atlet dari penggunaan narkoba, oleh karena itu, selanjutnya pihak KONI Jatim akan melakukan langkah yang lebih luas.

"Kenapa kita berani menyampaikan karena kita tersistem. Sistemnya adalah, kita mengontrol atlet itu luar biasa. Atlet itu akan ketahuan. Jangankan pakai narkoba, pakai dopping saja pasti ketahuan. Dari gaya hidupnya kok aneh, kok tambah hebat, tambah kuat ini berarti ada suplemen-suplemen yang masuk. Pasti suplemen tidak bener," jelasnya.lx