Ilustrasi.

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib mengaku sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik, Jawa Timur, lemot. Hal itu dibuktikan sejak Januari hingga 31 Maret 2018, serapan anggaran APBD 2018, masih nol persen.

Padahal, dalam termin triwulan pertama itu mestinya anggaran pembangunan sudah terserap 30 persen.

"Inilah fakta, kenapa kita bilang kepala OPD ini lemot alias lamban. Mestinya, anggaran sudah berjalan dan sudah terserap 30 persen," ujar Nur Qolib di Gresik.

Lambannya serapan anggaran diakui oleh politisi PPP ini, akibat lemahnya koordinasi diantara mereka (kepala OPD, red). Dengan demikian, yang selalu menjadi korban adalah masyarakat. Pasalnya, hasil pembangunan dari anggaran APBD mestinya sudah ada yang tersalur dan hasilnya bisa dirasakan, namun harus tertunda.

"Kita prihatin kalau begini terus kinerja kepala OPD. Sampai kapan realisasi pembangunan bisa tepat waktu sehingga hasilnya dirasakan betul oleh masyarakat," tandasnya.

Diakui Nur Qolib, hingga memasuki triwulan kedua April, Jalan Kedanyang - Prambangan Kecamatan Kebomas, tak kunjung diperbaiki. Padahal, hasil anev Polres Gresik dihadapan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, menjadi perhatian serius. Sehingga Bupati Sambari pun memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik untuk segera mengambil sikap melakukan perbaikan.

Dinas lain yang juga disindir okeh Wakil Ketua DPRD Gresik ini ialah Dinas Pendidikan. Pasalnya, sampai ini, dinas tersebut belum ada melakukan pekerjaan renovasi gedung sekolah dari APBD 2018. Padahal anggaran sudah berjalan.

Sementara itu, hingga berita turun Kepala Dinas PU dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik belum berhasil diminta keterangannya. Saat Surabaya Pagi mencoba konfirmasi kedua kepala OPD ini, tidak berada di tempat. Mis