Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi museum maritim Titanic Belfast, di Belfast Irlandia Utara. - Reuters

SURABAYAPAGI.com, Inggris -Setelah resmi menikah pada 19 Mei 2018 Pangeran Harry dan Meghan Markle akan berangkat bulan madu ke Namibia.

Seperti yang disampaikan oleh Travel + Leisure bahwa pasangan ini akan berbulan madu di Hoanib Valley Camp, Namibia. Meski dilansir People, perwakilan dari Hoanib Valley Camp masih belum mau berkometar mengenai kabar tersebut.

Terletak di Kaokoland, salah satu lokasi paling terpencil dan liar di Namibia, kamp ini termasuk mewah, dengan biaya inap sebesar US$ 660 per orang untuk semalam. Tempat ini dikelilingi oleh gunung yang menjulang tinggi , bukit pasir dan hamparan gurun yang sangat luas. Ini juga merupakan rumah bagi satwa liar yang unik, yang merupakan daya tarik utama bagi Harry.

Bulan madu ini juga sepertinya merepresentasikan upaya konservasi Kerajaan Inggris di Afrika.

Perkemahan yang elegan dan intim menawarkan enam kamar, dirancang untuk menyesuaikan dengan lanskap yang kasar. Fasilitas kamar termasuk kamar mandi dengan shower indoor dan outdoor, WiFi, makanan dan minuman lokal.

Pada siang hari, para tamu dapat melacak dan melihat badak yang terancam punah, gajah-gajah yang beradaptasi dengan gurun juga jerapah. Kemudian pengunjung dapat beristirahat di beranda pribadi mereka untuk menikmati pemandangan alam di sekitar mereka. Panduan untuk berjalan-jalan di rute alam yang masih alami juga ditawarkan.

Kamp ini terletak di tepi Sungai Obias, tepat di luar Konsesi pribadi Palmwag--area pemeliharaan--dan menghadap Sungai Hoanib yang dipenuhi gajah, jerapah, oryx dan springbok.

Menurut situs web kamp, kawasan ini adalah rumah bagi populasi badak hitam terbesar, dan sehari (pagi atau sore) mencari hewan-hewan yang luar biasa adalah sebuah keharusan. Pada 2015, Harry mengambil bagian dalam "pekerjaan impiannya" tiga bulan menjelajahi Afrika bagian selatan, termasuk ekspedisi lima hari di Namibia dengan Save the Rhino Trust.

Area kamp ini ramah lingkungan--seluruhnya bertenaga surya untuk memastikan emisi karbon dijaga tetap minimum--dan tenda-tenda duduk di dek terbuat dari kayu, bambu dan 70% komposit bahan daur ulang. Semua material yang digunakan untuk mendesain kamp bersumber dari alam. Perabotan dibuat oleh tukang kayu Rundu lokal dan pengrajin Himba serta keranjang-keranjang dianyam oleh orang-orang dari Proyek Omba di Windhoek.

Meghan dan Harry perlu mengemas jaket mereka karena musim dingin sedang berlangsung di sana(Mei-Juli). Jadi, suhu dingin akan terasa di pagi dan malam hari.

Harry berbagi cintanya pada Afrika dengan Meghan musim panas lalu, di mana untuk merayakan ulang tahun Meghan, mereka melakukan perjalanan selama tiga minggu ke benua itu. Liburan mereka termasuk kunjungan ke Botswana, yang juga merupakan tempat Harry membeli 3 batu berlian untuk cincin pertunangannya dengan Meghan.

Harry sendiri sering mengungkapkan tentang cintanya untuk Afrika, menyebut Afrika sebagai tempat di mana "Saya merasa lebih seperti diri saya sendiri daripada di mana pun di dunia".bi