Salah satu kader PAN ranting Wates, Kediri.

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Acara konsolidasi tim pemenangan Partai Amanat Nasional (PAN) di Convension Hall SLG Kabupaten Kediri ricuh, Senin (23/4/2018). Pasalnya, usai berlangsungnya acara bertema ’Cangkruk Bersama Zulhasan Nang Kediri’ banyak kader partai kecewa atas pembagian uang transport yang diberikan panitia tidak terkoordinir dengan rapi.

Sedikitnya sekitar 1.500 kader PAN datang dalam acara yang dihadiri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa. Sebanyak ratusan kader yang menjadi peserta protes ke panita karena tidak bisa menukar voucher bergambar Zulhasan dengan uang transport sebesar Rp 50 yang sudah dijanjikan.

Salah satunya adalah Hari, kader ranting dari Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ia mengaku dipingpong panitia saat hendak menukar voucher. "Katanya dapat Rp 50 ribu, dengan menukar voucher ini. Katanya sih per Dapil, tetapi tidak ada yang mengkoordinir, tapi kenyataannya kok semrawut kayak gini sehingga kami tidak tahu,” ungkapnya.
Sementara panitia mengaku sempat gelagapan lantaran uang transpor peserta yang berasal dari pusat diterima secara mendadak diakhir kegiatan. Sehingga proses pendistribusian sempat mengalami kendala.

“Karena uang transport dari pusat mendadak, pembagiannya tidak terorganisir. Tetapi tidak usah khawatir, karena semua menerima. Karena kita sudah menyebar voucher pada undangan dan absensi. Bagi siapa saja yang mempunyai voucher, pasti mendapat,” kata Najib Nawawi, selaku wakil panitia acara yang juga anggota DPD PAN Kabupaten Kediri.

Sesuai undangan yang sudah disebar, kata Najib Nawawi, ada sekitar 1.800 orang peserta. Terdiri dari tokoh masyarakat dan juga dari ranting. Di tingkat kecamatan ada tiga orang, sementara di tingkat DPRD, yang diundang sebanyak dua orang yaitu, ketua dan sekretaris.

“Sekali lagi, bukan banyak yang tidak menerima, tetapi belum menerima. Karena sifatnya mendadak dan koordinasinya yang kurang,” jawab Najib.

Sementara itu, terkait pembagian transport berupa uang dalam agenda konsolidasi partai PAN yang dihadiri Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa ini langsung ditindak lanjuti oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kediri, Panwas akan mengkaji hal tersebut apakah pembagian transport masuk dalam kategori money politik yang dapat dijadikan temuan pelanggaran pidana pemilu atau tidak.

“Money politik memang dilarang dalam kontek pemilukada. Yaitu, pasangan calon memberikan uang pada saat kampanye memang dilarang. Kalau pemberian transport, harus kita kaji dulu, apakah diberikan kepada peserta atau pengurus partai politik. Jadi kontek kegiatan itu, harus dikaji dulu. Apakah ini kampanye atau agenda partai politik, serta kedatangan calon juga harus dikaji,” jelas Mohammad Sulton Nurhadi, Komisioner Panwaslu Kabupaten Kediri.

Sementara, Zulkifli Hasan mengaku, kehadirannya di Kediri kali kedua dalam agenda politik road show ke daerah-daerah di Jatim. Tujuannya untuk pemenangan pasangan Khofifah dan Emil Dardak dalam kontestasi Pilgub tahun 2018.

Zulhasan sapaan akrab Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ini yakin bahwa partainya akan menjadi penentu kemenangan Khofifah dengan sumbangsih suara sebesar 7 persen.
“Ini saya datang lagi, setelah 12 hari road show di Jawa Timur. Kenapa kami meyakini ibu Khofifah, karena yang terbaik di Jawa Timur. Ibu Khofifah lebih ikhlas dan amanah. Sehingga, kami bersungguh-sungguh, seluruh kader PAN ini adalah perjuangan,” kata pria yang digadang-gadang partainya menjadi Calon Presiden RI pada 2019 mendatang itu. can