SURABAYAPAGI.com, Kediri - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengajak seluruh kader untuk sama-sama menyingsingkan baju mewujudkan kemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. "Saya punya keyakinan kuat. Insya Allah Bu Khofifah menang menjadi gubernur Jawa Timur," kata Zulkifli Hasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Senin (23/4/2018).

Ketua MPR ini melanjutkan, persaingan dalam Pilgub Jawa Timur ini sangat ketat. Diprediksi selisih kemenangan Khofifah-Emil akan berkisar dua hingga tiga persen. Namun, Zulhasan menegaskan, peran PAN akan menjadi penentu. Jika seluruh kader PAN bulat beserta para simpatisan di Jawa Timur memilih Khofifah, maka Ketum PP Musliman NU ini akan menang dengan angka persentase yang lebih besar.

"Kalau kita bulat, maka insya Allah Ibu Khofifah akan menang di atas 7 persen. Maka kita harus bulat. Jika partai lain bekerja keras. Maka kita harus bekerja jauh lebih keras," tandas Zulhasan.

Oleh sebab itu, dalam sisa waktu kampanye aelama dua bulan ini, Zulhasan mengajak seluruh fungsionaris PAN dan seluruh kader untuk bersatu demi merebut kemenangan Khofifah Emil.

Bikin Haru

Sementara itu Khofifah yang juga hadir di forum tersebut menyampaikan terima kasih pada PAN yang sudah bekerja keras memberi dukungan Khofifah dan juga Emil. Dalam kesempatan ini, Khofifah juga sempat membacakan puisi bertajuk Hanya Emak Yang Tahu. Yang membuat sejumlah hadirin menjadi haru dan menangis.

"Mohon dukungannya sekarang ada emak yang mencalonkan diri menjadi gubernur Jatim. Semoga semua berseiring memberikan dukungan dan pilihan kepada Khofifah-Emil," ucap mantan Menteri Sosial ini.

Suara BEM

Terkait naiknya elektabilitas paslon Khofifah-Emil di kalangan kaum milenial, Ketua BEM Universitas Negeri Surabaya, Ahmad Noor Fuadi mengatakan itu merupakan hal yang lumrah terjadi karena melihat figur dari paslon nomor urut satu merupakan calon yang mewakili dari kalangan milenial. Terutama Emil Elistianto Dardak yang secara usia masih dalam kategori muda dan juga memiliki program yang cenderung mengayomi kaum milenial.

“Kita masih melihat nanti detik-detik terakhir. Mungkin kalau melihat objektif ketika kampanye, nomor satu yang merepresentasikan generasi milenial,” terang Fuad ditemui Surabaya Pagi.

Lebih lanjut, dia juga berharap dari kedua paslon untuk tidak hanya menjaring kaum milenial tidak hanya sebatas mencari suara saja . namun juga bisa mengangkat kaum milenial melalui program –program yang akan dicanangkan nantinya.

“Melihat kondisi Jawa Timur yang 30 persen lebih memiliki pemilih milenial. Mereka (Paslon) masuk ke generasi milenial bukan hanya suara. Tapi berkampanye dengan semangat milenial dan program terkait milenial,” tegas mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BEM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Muhammad Faizin. Menurutnya kedua paslon cenderung memiliki program yang hampir sama, namun dirinya mengungkapkan dirinya secara pribadi lebih condong kepada paslon nomor satu Khofifah-Emil karena melihat track record dari paslon nomor satu lebih mumpuni dari paslon nomor dua. “Kalau saya ya pengalam Khofifah itu lebih bagus,” ujarnya. n qin/can