PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, R. Soes Hindharno, SH.MH saat mencoba memanen ikan gurami. (SP/CAN)

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kementrian Ketenagakerjaan RI meresmikan panen raya di Eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau saat ini disebut Pekerja Migran Indoensia (PMI) asal Kediri. Peresmian panen raya budidaya ikan air tawar konsumsi dilakukan di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sebelumnya ratusan eks TKI ini mendapat pelatihan berwirausaha dari Disnaker setempat.

Sejauh ini Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang potensial untuk pengembangan usaha budidaya ikan air tawar jenis konsumsi dan hias. Untuk menunjang keberhasilan budidaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan fasilitasi dan pembinaan, optimalisasi kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi, serta mendorong peran serta lembaga keuangan.

Dalam peresmian tersebut juga dihadiri Direktur Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Direktorat Jenderal Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, R. Soes Hindharno, SH.MH bersama-sama Direktur Bidang Kerja Sama Kelembagaan BNI melakukan peresmian panen raya budidaya ikan air tawar tersebut yang dilakukan secara sombolis.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Asisten III Bidang Ekonomi Pemerintah Kabupaten Kediri, Kelompok Usaha Budidaya Ikan Air Tawar dan Peduli Buruh Migran (PBM).

"Ini membuktikan bahwa mereka bisa berdaya di tanah air. Sehingga tidak ketergantungan bekerja di luar Negeri. Kami dari Kementerian Tenaga Kerja bersama Dinas Perikanan memiliki program pemberdayaan yang bisa mereka akses, seperti budidaya ikan air tawar ini," kata PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, R. Soes Hindharno, SH.MH, Senin (30/4/2018).

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid mengungkapkan, para eks TKI yang tergabung dalam kelompok petani ikan Kediri diberikan pelatihan ikan tawar mulai dari pembibitan hingga panen. "Perawatan ikan air tawar tergolong mudah dan lebih menguntungkan karena penjualannya pun mudah pula. Sehingga sangat cocok bagi para eks TKI," tandasnya.

Sementara itu, panen raya budidaya ikan air tawar ini sendiri bertujuan meningkatkan kapasitas mereka setelah bekerja di negara penempatan dan keluarganya dalam aspek ekonomi.
Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan bekerja PMI setelah bekerja di negara tujuan penempatan dan keluarganya.

Sejauh ini dari data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, para eks TKI di Kabupaten Kediri tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Ringinrejo, Kecamatan Kandat, Kecamatan Kras dan Kecamatan Ngancar. Dari jumlah tersebut pembudidaya ikan air tawar PMI purna penempatan berjumlah 257 orang.

Ditempat yang sama, Mohamad Ansori salah satu eks TKI mengaku, ikan air tawar yang dibudidayakan adalah jenis ikan konsumsi (lele, gurami, patin, bawal) dan jenis ikan hias (koi, cupang). "Kita pilih budidaya ikan konsumsi itu karena tidak akan merasa kesulitan dalam pemasarannya," ujarnya.

Bahkan selain budidaya ikan air tawar, pria yang pernah bekerja di Malaysia ini juga menemukan metode pengembangbiakan plankton berasal dari limbah kotoran ikan lele, yang dapat dipanen setiap hari, dengan harga jual cukup tinggi.

"Saya mengawali usaha ini sejak 2005 lalu. Kini Alhamdulillah sudah lumayan. Kini saya sudah bisa kirim kemana mana untuk pasarnya. Bahkan tidak hanya ikan tapi juga plankton," ungkap Ansori. Can