Ketua LPP PKB Kota Kediri, Mutakin (peci hitam) usai memberikan surat pendaftaran bacaleg. (SP/CAN)

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kediri mengawali pembukaan penerimaan bakal calon anggota legislatif yang akan maju dalam Pileg 2019 mendatang. Dalam pendaftaran kali ini, PKB Kota Kediri mengedepankan keterwakilan perempuan hingga 30 persen, sebagaimana disyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita berharap, dengan pembukaan pendaftaran lebih dini ini, maka persiapannya lebih bagus dan persyaratannya bisa terpenuhi semua," kata Ketua DPC PKB Kota Kediri, Oing Abdul Muid Shokib dalam launching pendaftaran Bacaleg PKB di kediamannya Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (1/5/2018) sore.

Launching pembukaan pendaftaran Bacaleg PKB ini ditandai dengan pemotongan tumpeng. Hadir dalam kegiatan ini, dewan tanfidz dan dewan syuro PKB Kota Kediri, beserta para kader dan simpatisan.

Awal pembukaan terdapat enam orang kader yang mendaftar. Mereka menerima formulir pendaftaran dari Ketua DPC PKB Kota Kediri. Enam pendaftar tersebut tiga diantaranya merupakan kader perempuan.

"Untuk keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen, kami yakin bisa terpenuhi. Kalau pendaftar banyak caleg perempuan, tentu akan kita seleksi. Kita utamakan yang siap dan layak dalam pencalonan legislatif," kata Gus Muid, panggilan akrab Oing Abdul Muid Shokib.

Pada Pileg 2019 di Kota Kediri nantinya, terjadi perubahan jumlah kursi di tiap-tiap daerah pemilihan (dapil). Pada dapil Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren Kota Kediri sebanyak 9 kursi, atau turun 1 kursi dari semula 10 kursi. Sementara dapil Kecamatan Mojoroto justru naik 2 kursi menjadi 12 kursi. Kenaikan itu karena diimbangi dengan kenaikan jumlah penduduk.

"Di Kecamatan Kota dan Pesantren, kami targetkan keterwakilan perempuan minimal 3 orang. Sedangkan di Kecamatan Mojoroto, target keterwakilan perempuan minimal 4 orang. Sekarang sudah ada 3 orang kader perempuan yang daftar dan menurut informasi nantinya banyak. Bahkan dari luar kader juga sudah banyak yang ingin mendaftar," imbuh pria yang juga menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Kediri.

PKB Kota Kediri mematok target perolehan suara dan kursi di DPRD tertinggi dalam Pileg 2019 mendatang. Apabila PKB sebelumnya hanya mampu mendulang 4 kursi, kedepan akan didongkrak hingga 7 kursi dan optimis menyabet posisi Ketua DPRD Kota Kediri pereode 2019-2024.

"Kemarin 4 kursi, kita berharap ada penambahan 1 kursi di tiap dapil, sehingga totalnya bisa mencapai tujuh kursi. Syukur-syukur seperti hasil terbaik, pada 2004 lalu. Sebab, secara ideologis warga Kota Kediri dekat dengan PKB. Menurut survey, warga yang ’ngaku’ NU (Nahdlatul Ulama) di Kota Kediri sebanyak 50 persen," beber Gus Muid.

Dalam mencapai target tinggi tersebut tentunya membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Menurut Gus Muid, PKB Kota Kediri sudah mempersiapkan sebuah strategi khusus. Salah satunya adalah merapatkan barisan pada konstituen. Khususnya, bacaleg ’muka lama’ yang maju kembali harus memelihara suaranya.

PKB Kota Kediri membuka pendaftaran bacaleg hingga akhir Juni 2018 mendatang. Dalam waktu dua bulan ini, PKB mengundang seluruh masyarakat Kota Kediri yang memiliki visi dan misi sama dengan PKB untuk mendekat.

"Kita masuk bulan Juli 2018 sudah seleksi. Dan tanggal 29 Juli harus dimasukkan ke sistem online KPU," tandasnya. Can