Prabowo Subianto mendarat di Bandara Juanda, Kamis (3/5/2018), tanpa disambut Gus Ipul-Puti. (Foto: SP/Riko Abdi)

SURABAYA PAGI, Surabaya – PDI Perjuangan (PDIP) sempat menyentil Partai Gerindra yang dianggap setengah hati mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur. Apalagi di sisa waktu dua bulan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, 27 Juni 2018, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestiano Darak unggul 1,9 persen dalam hasil survei terbaru. Ketegangan ini tampaknya belum benar-benar tuntas. Indikasi ini terlihat dari kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ke Jawa Timur, Kamis (3/5/2018), tanpa disambut langsung oleh pasangan nomor urut 2 (Gus Ipul-Puti). Ini berbeda saat kedatangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Surabaya, pekan kemarin (28-29/4/2018), yang disambut langsung oleh Gus Ipul-Puti. Ada apa dengan tim pemenangan Gus Ipul?

-------------

Mulai kemarin, Prabowo mengawali kegiatan ‘Menyapa Jawa Timur’ selama 4 hari di 6 kota. Tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 14.30 WIB, Prabowo disambut langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim. Diantaranya, Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad dan Bambang Haryo, anggota DPR RI asal Gerindra. Kedatangan Prabowo di Jawa Timur tak sendiri. Ia bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rachmawati Soekarno Putri dan pengurus DPP Partai Gerindra lainnya.

Namun menariknya, kandidat calon presiden penantang Jokowi ini tidak didampingi Saifullah Yusuf, yang notabene diusung oleh Prabowo di Pilgub Jatim 2018 bersama PKB, PDIP dan PKS. Sikap politik Saifullah Yusuf terhadap partai politik pengusungnya di Pilgub Jatim disebut-sebut tidak sama. Entah karena Saifullah Yusuf dalam statemennya mendukung Jokowi di Pilpres 2019 atau karena apa.

Namun menurut pengakuan sejumlah ‘orang dekat’ nya, Saifullah hanya tunduk sama PDI-P dan sesekali saja dengan PKB. Sedangkan untuk Gerindra dan PKS, dilakukan ala kadarnya saja demi menggugurkan kewajiban. “Perlakuan berbeda dari Mas Saiful (Gus Ipul) itu kerasa sekali, kalau ada Bu Mega ke Jatim, Saiful rela menjemput ke bandara. Tapi dengan Pak Prabowo, hal itu tidak dilakukan,” kata sumber di kalangan pendukung paslon gubernur nomer urut dua itu, kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Hendro Subiantoro cukup memaklumi ketidakhadiran Saifullah Yusuf saat menjemput Prabowo. Apalagi kedatangan Prabowo lebih pada urusan pribadi. “Pak Prabowo hari ini (kemarin, red) kegiatannya murni acara pribadi mau membesuk sahabatnya KH Maksoem (pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, red) di RS Delta Surya Sidoarjo, jadi belum pada agenda politik apalagi kampanye (paslon 2),” kelit Hendro.

Selain itu, rangkaian kegiatan Prabowo ke Jatim tidak hanya urusan Pilgub. Namun ada beberapa kegiatan yang sifatnya internal. Seperti Jumat (4/5/2018) pagi ini, Prabowo dijadwalkan menggelar upacara bersama kader di komplek Makam Bung Karno Blitar sekaligus ziarah. Dilanjut pada siang harinya usai Sholat Jumat, menggelar acara temu kader di Nganjuk. “Pak Prabowo pada prinsipnya akan menyampaikan tentang situasi Indonesia terkini,” imbuhnya.

Bertemu Hari Minggu

Selain itu, di Nganjuk, kata Hendro, agenda Prabowo juga berkaitan dengan Pemilihan Bupati Nganjuk. Dimana ada kader Gerindra yang maju sebagai calon bupati yakni paslon Siti Nurhayati dan Bimantoro Wiyono. Prabowo pasti akan memberi pengarahan terhadap tim pemenangan calon bupati Nganjuk yang diusung Partai Gerindra. “Di Bojonegoro juga sama konsolidasi pemenangan paslon Basuki-Pudji Dewanto,” terang kader Ansor ini.

Ia pun tidak mau mempermasalahkan ketidakhadiran Saifullah Yusuf menemui Ketum Gerindra. Karena apapun yang terjadi, Gerindra tetap mengusung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Menurutnya, Saifullah Yusuf bukan tidak mau menemui Prabowo. Namun pertemuan dengan Prabowo akan digelar di hari Minggu (6/5/2018) di Prigen, Pasuruan. “Dengan Gus Ipul baru ketemu hari Minggu dalam acara Apel Akbar yang dihadiri 8000 lebih kader dan simpatisan Partai Gerindra,” ungkapnya.

PDIP-Gerindra

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari saat menghadiri rilis hasil survei Pilgub Jatim yang digelar Surabaya Survey Center (SSC), Jumat (27/4/2018) lalu, ia menyentil Partai Gerindra. Padahal saat itu, adaWakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro Tri Subiantoro, yang duduk di samping Sri Untari. “Saya melihat, partai kami, anak-anak buah kami, sudah menunjukkan kinerja yang tinggi. Justru yang saya dorong Mas Hendro (Gerindra), ojo separuh-separuh Mas. Lek ndukung, ndukung temenan Mas,” ucap Sri Untari kala itu.

Hendro enggan menanggapi. Ia hanya mengatakan kehadiran Prabowo Subianto ke Jatim akan bisa meyakinkan. “Tentu kami akan memberikan keyakinan dan alasan yang kuat kepada para pemilih Gerindra, apalagi nanti Pak Prabowo akan sepanggung bersama Gus Ipul, maka akan lebih meyakinkan lagi,” cetus Hendro.

Belum tuntas ketegangan di internal Gus Ipul-Puti, Sekretaris DPP Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, balik menyentil PDIP. “Gerindra tidak bertanggung jawab kepada PDIP. Gerindra bekerja untuk pemenangan Gus Ipul-Puti, tidak untuk pemenangan PDIP,” tandas Sadad yang juga anggota DPRD Jatim.

"Sebenarnya Partai pengusung sudah tahu bagaimana cara memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti. Tiap Partai pengusung punya strategi yang diadaptasikan dengan karakterisitik pemilihnya. Tidak bisa dibuat sama. Masing-masing punya ciri khas," tegas Anwar Sadad dikonfirmasi Surabaya Pagi, Kamis (3/5) kemarin.

Ia memastikan kalau Partai Gerindra hingga saat ini sudah melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai partai pendukung. "Selama ini juga sudah berjalanan dengan baik," ungkapnya.

Ditengahi Bafaqih

Ketua Tim Pemenangan Saifullah-Puti Guntur, Hikmah Bafaqih mengungkapkan tidak ada yang perlu dipersoalkan dari sikap PDIP dan Gerindra. Sebab, menurutnya, dalam rapat dengan pimpinan partai yang belum lama ini dilaksanakan, hal itu sudah clear. "Itu sebetulnya masalah personal (Sri Untari dan Anwar Sadad, red). Sudah diklarifikasi. Sebetulnya mbak Untari itu maksudnya baik, saling mengingatkan. Mas Anwar Sadad juga gak salah karena ingin klarifikasi," jelas Bafaqih dikonfirmasi terpisah.

“Begitu selesai ya guyon lagi," imbuh dia. Menurut Bafaqih, Gus Ipul juga sudah menyampaikan dalam setiap kesempatan bahwa semua kinerja partai pengusung sudah maksimal. "Gus Ipul juga sampaikan ketika ketemu Bu Mega, kalau semua partai sudah kerja keras. Tidak ada problem," tutur dia.

Imbauan Khofifah

Sementara itu, Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas, agar Pilgub yang digelar 27 Juni mendatang berjalan lancar dan damai. Mantan Mensos ini juga mengajak masyarakat agar tetap santun berkampanye. "Kita tetap damai jaga persaudaraan, tetap santun, tetap berbuat baik," ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (3/5/2018).

Dia menilai isu dan fitnah yang terjadi baru-baru ini menerpanya dengan memanfaatkan PKH (Program keluarga harapan) sebagai alat kampanye. Meski sudah dipastikan tidak terbukti oleh Panitai Pengawas Pemilu (Panawaslu), ternyata oknum yang tidak bertanggung jawab masih menggulirkan isu tersebut untuk mendeskreditkan pihaknya.

Adanya perbedaan pilihan, tambah Khofifah, adalah hal yang wajar. Khofifah mengatakan, perbedaan seharusnya ditanggapi santai agar proses kontestasi bisa berjalan dengan damai, adil dan jujur. "Biarkan mereka. Kalau pun perbedaan pilihan kita harus tanggapi dengan kepala dingin. Tetap damai, guyup rukun," papar cagub yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP ini.


Laporan: Riko Abdiono, Ainur Yaqin