Bupati H Fadeli menyalami udangan dan peserta Musorkab

SURABAYA PAGI, Lamongan - Bupati Lamongan Fadeli berharap Lamongan bisa menjadi lokasi upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim 2019. Apalagi Lamongan sudah secara serius menyambut Porprov VI Jatim 2019, dengan menyiapkan puluhan miliar anggaran untuk pembangunan venue pertandingan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Fadeli saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI di Pendopo Lokatantra, Jumat (4/5). Menurut dia, Lamongan sudah lebih dari siap untuk menjadi tuan rumah, bahkan siap dijadikan lokasi opening ceremony Porprov VI Jatim 2019.

“Pemkab Lamongan memiliki komiten serius untuk memberikan dukungan terhadap bidang olahraga. Kami berupaya memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana olahraga, “ ungkap Fadeli.

Tahun ini puluhan miliar anggaran sudah disiapkan untuk membangun sejumlah venue. Yakni untuk pembanguan lintasna lari sintetus di Stadion Surajaya sebesar Rp 3,84 miliar dan Rp 22 miliar untuk pembangunan Gedung Olahraga (GOR) menjadi sport center.

Soprt center ini nantinya akan memiliki faslitas komplit sehingga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga. Seperti bola voli, panjat tebing, basket dan bulu tangkis serta lainnya.

Kesiapan Lamongan ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua III KONI Propinsi Jawa Timur Sucipto yang hadir dalam Musorkab tersebut. “Pembangunan berbagai saranan dan prasarana olaharaga seperti yang disampaikan Pak Bupati Fadeli ini patut mendapat apresiasi, “ ujarnya.

Lebih jauh ia menyebutkan, ajang Porprov kedepan adalah menjadi event para atlet untuk menunjukan prestasi dan membanggakan daerahnya. Untuk bisa menghasilkan prestasi yang baik lanjutnya, harus sudah dimulai dari tingkat daerah, pembentukan prestasi tidak dapat dilakukan secara instan tapi harus berjejang dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu saja, KONI juga harus menyiapkan pelatih berkualitas, dan harus punya kompetensi dan sertifikasi, dengan begitu bisa menjaring atlet-atlet yang berprestasi. Setelah itu disiapkan, selanjutnya memperbaiki dan mempersiapkan sarana dan prasarana sarana dan prasarana, serta seringnya berkompetisi, karena prestasi itu harus ditandingkan."Tapi jangan lupa juga kesejahteraan atlet dan pelatih untuk diperhatikan, mulai dari bagaimana pendidikan mereka dimudahkan, dan lainnya sebagainya, "pinta pria yang juga mantan bupati Pacitan ini.

Sementara Ketua KONI Lamongan Djanadi, selama ini organisasinya mengelola sebanyak 30 cabang olahraga (cabor). Dia mengakui belum semua maksimal, meski di sisi lain ada beberapa cabor yang berprestasi tinggi.

“KONI Lamongan membina 30 cabang olahraga, namun tidak semuanya maksimal. Kami selama empat tahun menjabat dari Februari 2014 sampai dengan saat ini telah melakukan pembinaan atlet. Baik dari pelatihan mupun kompetisi, mulai dari tingkat daerah, nasional bahkan internasional,” ungkap Djanadi.

Dia mencontohkan salah satu cabor yang tembus level internasional adalah catur. Dari cabor ini, Lamongan akan mengirim atletnya pada Olimpiade Internasional Asia Pasifik.

Untuk pembinaan, Djanadi mengungkapkan bahwa KONI telah bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan untuk menyisir atlet berpotensi dari sekolah-sekolah.

“Ada beberapa sekolah yang kita tunjuk menjadi sentra-sentra kelas cabor. Misalnya SMAN 3 Lamongan untuk sentra panjat tebing, SMPN 1 Modo untuk sentra karate, SMAN 2 Lamongan untuk sentra sepakbola dan masih banyak sekolah yang lain. Pada program tersebut siswa dapat mengikuti eksta cabor lintas sekolah,” kata Djanadi.jir