Habib Rizieq Shihab.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia masih ditunggu-tunggu banyak pihak. Namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda kepulangan imam besar Front Pembela Islam atau FPI.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212, Habib Novel Bamukmin menyebut imam besar Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia, jika semua kasus yang menjeratnya dihentikan oleh pihak penegak hukum.

"Karena masih ada kasus lain belum di SP3. Jadi, tidak cukup untuk Habib Rizieq pulang," kata Novel di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat 4 Mei 2018.

Ia pun berharap, semua kasus yang menjerat Habib Rizieq dihentikan, karena mempunyai bukti lemah dan terbukti rekayasa. Salah satunya adalah kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein.

"Jadi, kasus chat Habib Rizieq sangat kental rekayasa. Dan, itu kita sudah beberkan, jabarkan semua itu murni rekayasa," ucapnya.

Jika semua kasus yang menjerat Habib Rizieq dihentikan, ia menilai, ada kepastian negara ini menjunjung tinggi supremasi hukum.

Jika tidak dihentikan, dia menilai, Habib Rizieq adalah korban ketidakadilan dan arogansi penguasa.

"Tidak akan pulang, karena HRS ini korban yang tidak mau dizalimi atas ketidakadilan yang ada di Indonesia atau arogansi penguasa," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menghentikan kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka Habib Rizieq Shihab.

Selain kasus tersebut, Rizieq juga tercatat terjerat kasus lainnya seperti dugaan chat mesum, penghinaan terhadap agama, dugaan pelecehan terhadap budaya Sunda, dan kasus Palu Arit dalam pecahan mata uang rupiah.lx/v