SURABAYAPAGI.com - Valentino Rossi membantah telah marah kepada tim Yamaha karena motor YZR M1 tidak dapat bersaing di MotoGP Spanyol, Minggu (6/5).

Setelah menempati peringkat kelima dalam balapan di Sirkuit Jerez, Rossi menegaskan tim Yamaha lamban dalam merespons keluhan dari para pebalap sehingga sang pebalap veteran dan Maverick Vinales gagal meraih podium di MotoGP Spanyol.

"Lebih buruk dari yang saya kira. Saya berharap dapat lebih baik. Masalahnya kami senang dengan peringkat kelima ini. Di satu sisi saya senang karena di balapan yang sulit ini saya berusaha sebaik mungkin," ucap Rossi kepada Sky Sport usai balapan di MotoGP Spanyol seperti dilansir tuttomotoriweb.

"Di sisi lain kami bisa berada di peringkat kedelapan tanpa kecelakaan yang melibatkan tiga pebalap. Situasi kami cukup kritis. Sudah sejak lama saya katakan itu. Masalahnya jelas, tap kami lambat untuk bereaksi dan ini membuat saya sedih," sambung Rossi.

Namun pemilik tujuh gelar MotoGP itu membantah ucapan tersebut merupakan ekspresi kemarahan.

"Saya hanya menyatakan hal dengan gamblang, tapi saya tidak marah. Saya bicara mengenai hal-hal yang terjadi selama beberapa bulan. Saya senang kerja bersama Yamaha dan saya percaya mereka. Ini adalah situasi yang rumit bagi kami, saya harap kami dapat melakukan perbaikan. Beberapa bulan ke depan adalah waktu yang penting," ucap Rossi dikutip dari tuttomotoriweb.

Rossi juga menambahkan keinginan menjadi juara membuat ia amat menunggu perbaikan dari tim berlambang garputala tersebut.

Menyambut balapan seri kelima yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Perancis, 20 Mei mendatang, Rossi berharap dapat bersaing dengan rival-rivalnya.

"Di atas kertas kami cepat di Le Mans. Yamaha biasanya meraih hasil bagus di sana. Tapi situasinya kini Ducati, Honda, dan Suzuki sangat kompetitif. Tapi saya harap bisa lebih kompetitif dibanding di Jerez," kata Rossi.