Lokasi penemuan tas yang diduga berisi bom, dipasangi garis polisi. (Ft. MIS/SP).

SURABAYA PAGI, Gresik - Warga yang rukun tetangga (RT) 02 RW 01 Jalan KH Zubair, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sempat dihebohkan dengan ditemukannya tas yang diduga berisi bom.

Lalu lintas pun sempat ditutup sementara dan menimbulkan kemacetan. Sementara warga sekitar berhamburan ke jalan ingin melihat lokasi.

Penemuan tas yang diduga berisi bom ditemukan pada Sabtu (12/5/2018) pukul 15.00 Wib. Tas berwarna hitam tersebut ditemukan di belakang Pos Kamling atau sekitar 59 meter dari Kkenteng. Setelah mendapatkan laporan dari warga, polisi segera datang ke lokasi. Namun tas berwarna biru ini tidak langsung diamankan. Karena pihak Polres Gresik menunggu tim jihandak Gegana Brimob Polda Jawa Timur.

Tas ransel yang diduga berisi bom, baru bisa dievakuasi tim jihandak Brimob Polda Jawa Timur pukul 18.00 lebih.

Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Windu, yang berada di lokasi belum bisa memberi keterangan. "Tunggu Pak Kapolres aja ya," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Pulopancikan, Sugiarto di lokasi membenarkan hal ini. Namun dia tidak bisa memastikan apakah isi dalam tas itu bahan peledak atau bukan. "Kita serahkan ke pak polisi aja," katanya.

Diakatakan, dia tidak mengetahui detil tentang tas dan isinya. Apalagi dia mendapat kabat terkait tas tersebut setelah diberitahu pihak Polsek Gresik Kota.

Saksi mata, Imron (57), warga desa setempat mengatakan bahwa dialah pertama kali melihat tas ransel mencurigakan ini di belakang pos kamling. Karena dia curiga, diapun langsung melaporkan keberadaan tas tersebut ke petugas. Apalagi lokasinya hanya berjarak lebih kurang 100 meter dari Mako Polres Gresik.

"Kita curiga karena di tas ransel ini ada kabel. Lagian tasnya baru dan mencurigakan," jelas Imron kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah ada yang dicurigai menaruh tas tersebut, Imron mengaku tidak ada. Karena saat itu sepi. mis