Petugas keamanan gabungan TNI - Polisi jaga di gereja-gereja Gresik pasca bom Surabaya hingga malam. (Ft. MIS/SP).

SURABAYA PAGI.com, Gresik - Hingga Minggu malam (13/5/2018), penjagaan aparat keamanan gabungan TNI AD dari Kodim 0817 Gresik dan personil Polres Gresik masih dilakukan di gereja-gereja. Ini dilakukan pasca bom bunuh diri di gereja Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi.

Ada pula gereja untuk sementara memilih tidak melakukan kegiatan peribadatan. Seperti salah satu gereja di Jalan Panglima Sudirman, Gresik. Pengurus gereja ini, meliburkan peribadatan. Kendati Minggu malam ada kegiatan misah.

Kapten Inf Hendrik, Danramil Duduksampeyan yang turut menjaga pengamanan di gereja mengakui jika ada sebagian gereja meliburkan peribadatannya. Mesti tidak ada aktifitas, petugas keamanan gabungan tetap melakukan penjagaan ketat.

"Memang kalau di Surabaya, kegiatan di gereja tidak ada sejak ada bom. Dan ini yang diikuti sebagian gereja di Gresik," ujar mantan Pasi Operasi Kodim Gresik saat ditemui Surabaya Pagi.

Saat ditanya sampai kapan penjagaan dilakukan, Hendrik bekum bisa menastikan. "Kita belum tahu sampai kapan ini perjagaan. Ya tergantung situasi," tandasnya.

Lain lagi Gereja Santa Perawan Maria, Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik. Pengurus gereja ini tetap ada kegiatan. Karena itu, pasca bom Surabaya penjagaan di gereja ini diperketat. Tidak hanya pengamanan dari petugas polisi dan TNI AD.

Sebaliknya, pengaman dalam gereja juga di tingkatkan. Bahwa petugas security ditambah.

Pantauan Surabaya Pagi Minggu malam (13/5/2018) pukul 20.30 WIB penjagaan di Gereja Santa Perawan Maria ini masih diperketat. Fasilitas penerangan halaman gereja juga ditambah. mis