Pemuda yang diduga teroris berhasil dibekuk di Jalan Rajawali Surabaya.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Paska ledakan bom di halaman depan Polrestabes Surabaya. Sekitar pukul 10:40 WIB, ada dua orang pemuda yang diduga membawa ransel yang berisi bom.

Dua pemuda itu diduga sedang berada di depan Jembatan Merah Plasa di Jalan Rajawali. Dari pantauan SURABAYAPAGI.com di lokasi, seorang petugas polisi langsung membekuk dua pemuda itu ditengah jalan Rajawali.

Hingga pukul 11:30 WIB, belum ada informasi jelas tentang identitas kedua pemuda yang telah diamankan, karena masih proses pemeriksaan.

Sementara untuk ransel yang tergeletak di ujung Jl. Rajawali, atau sisi barat Jl. Jembatan merah.

Tepatnya sebelah utara dari Polrestabes, Surabaya, masih terus dilakukan identifikasi oleh tim Gegana.

Sekitar lokasi, baik dari arah barat Jl. Rajawali, maupun Jl Jembatan Merah di sterilkan oleh petugas keamanan.

Sementara, sampai pukul 12:00 WIB, dari ledakan di Polrestabes Surabaya, setidaknya ada 10 korban luka dalam tragedi bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, empat orang korban berasal dari anggota Kepolisian Polrestabes Jatim dan enam dari warga.

"Dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Jawa Timur," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Empat polisi itu adalah Bripda M Taufan, Bripda Rendra, Aipda Umar, dan Briptu Dimas Indra.

Sementara itu, enam orang yang terluka adalah warga yang saat itu hendak mengurus keperluan di Polrestabes Surabaya.

Frans tidak merinci adanya korban tewas dalam serangan brutal tersebut. Namun, dia akan terus memberikan update terkait penyelidikan bom bunuh diri.

Laporan: Firman Komeng

Editor: Raditya M. Khadaffi