Caption: Menteri Koperasi dan UKM anak Agung Ngurah (AAG) Puspayoga, saat mencicipi olahan jagung yang akan diekspor tahun lalu. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemkab Lamongan cukup berhasil dalam mendorong produktifitas jagung, bahkan area tanam jagungpun kini sudah meluas dibeberapa wilayah. Melimpahnya jagung oleh warga Lamongan sebagian kini sudah punya nilai ekonomis setelah dimanfaatkan untuk mengolah menjadi makanan ringan, bahkan sudah ekspor ke luar negeri.



Makanan ringan berbahan baku jagung, seperti yang disampaikan oleh Sholahudin ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Minggu (13/5/2018) tersebut, kini sebulan sudah eskpor ke luar negeri sampai dua ton dalam sebulan.



"Alhamdulillah sekarang ini untuk ekspor ke luar negeri khusus makanan ringan seperti marning, keripik, stiek dan lainnya sudah ekspor, itu murni hasil karya warga Lamongan yang bergerak di Usaha Kecil Menengah (UKM), "ujar pria yang juga alumni Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan ini.



Disebutkan olehnya, jajanan khas dari bahan jagung sebanyak 56 varian itu, di eskpor ke luar negeri mulai ke Asia Tenggara, hingga negara tetangga mulai Malaysia, dan Timor Leste.



Selain digunakan untuk berbagai olahan jagung, jagung asal Lamongan teryata juga digunakan oleh beberapa perusahaan untuk membuat pakan ternak. Dan berapapun produktifitas jagung asal Lamongan akan dibeli.



"Jadi petani jagung di Lamongan tidak perlu khawatir jagungnya tidak terbeli, karena selain sebagai bahan olahan makanan ringan, juga dibutuhkan oleh perusahaan yang konsen membuat pakan ternak, "terangnya.



Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan Mohammad Zamroni membenarkan kalau hasil olahan berbahan jagung ekspor ke luar negeri. Bahkan nilai ekspor mengalami peningkatan yang luar biasa. Peningkatan nilai ekspor itu terutama didukung oleh adanya kenaikan jumlah perusahaan pelaksana ekspor sebanyak dua unit usaha. Yakni Asosiasi Pengusaha Arang dan Nufa Market dengan produk ekspor berupa beras, olahan ikan, dan jagung.



"Alhamdulillah nilai ekspor produk asal Lamongan tahun 2017 lalu naik sebesar Rp 13 M, dari sebelumnya yang hanya menjadi 123,9 M tahun 2016, dan pada tahun 2017 menjadi 136,9 M,"terangnya



Disebutkan olehnya, dari jumlah unit usaha pelaksana ekspor yang sebelumnya di tahun 2016 ada 60 perusahaan, sambung dia, di tahun 2017 menjadi 62 perusahaan. Kenaikan jumlah perusahaan tersebut menurut dia juga tidak lepas dari peran Pemkab Lamongan yang secara kontinyu melakukan pembinaan terkait dengan prosedur ekspor.



Selain itu Disperindag juga secara rutin memberikan informasi peluang pasar perdagangan luar di negeri serta promosi dan misi dagang. Selama ini komoditi yang banyak diekspor adalah sarung tenun ikat, berbagai kerajinan kreatif, dolomit, meubelair, pupuk alam, snack, dan olahan hasil ikan laut.



Negara tujuannya beragam, mulai dariTimur Tengah, Australia, Jamaika, China, Jepang, Korea, Amerika, Singapura, Malaysia hingga Eropa



Sedangkan di tahun 2017, komoditi baru dari Kabupaten Lamongan yaitu arang, sebanyak 24 kontainer langsung menembus pasar Mesir oleh ekportir Asosiasi Pengusaha Arang dari Kecamatan Sambeng.



Untuk Nufa Market, selama 2017 mereka mengapalkan sebanyak 30 ribu kilogram kerupuk olahan ikan, 420 ribu kilogram beras super, 10 ribu kilogram olahan jagung dan 13 ribu kilogram olahan ikan kering. Negara tujuan ekspornya meliputi Malaysia, Korea dan Saudi Arabia.jirEnter text ...