Gogot Cahyo Baskoro, Divisi SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Timur, saat menyampaikan sosialisasi Pemilu yang digelar oleh Bakesbangpol di Grand Hotel Mahkota Lamongan, Selasa(15/5/2018). FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Adanya teror bom dua hari berturut-turut di Surabaya cukup berdampak, meski tidak semua tahapan Pilgub terganggu, tapi setidaknya debat Pilgub yang bakal diselenggarakan pada 23 Mei 2018 mendatang, dimungkinkan tempatnya di pindah tidak di lokasi yang sama dengan debat sebelumnya.


Penegasaan itu disampaikan oleh Gogot Cahyo Baskoro,

Divisi SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Timur, disela menghadiri acara sosialisasi Pemilu yang digelar oleh Bakesbangpol di Grand Hotel Mahkota Lamongan, Selasa(15/5/2018).


Disebutkan olehnya, rencana pemindahan tempat itu besar kemungkinan direalisasikan, setelah pihak KPU Propinsi Jawa Timur mendapatkan masukan dari pihak kepolisian, pasca insiden bom bunuh diri di tiga tempat ibadah gereja dan di Mapolrestabes Surabaya.


"Kemarin siang kita rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Termasuk dalam hal ini Polda dan Polrestabes Surabaya bersama tim kampanye, pihak televisi dan penyelenggara debat.Memang ada masukan yang disampaikan oleh Polda, agar KPU memikirkan alternatif penggantian tempat atau lokasi untuk debat publik pilgub Jatim yang ketiga,"ujarnya.


Pemindahan tempat ini lanjut Gogot panggilan akrab Gogot Cahyo Baskoro, salah satu yang menjadi alasan adalah perkembangan situasi yang sekarang ini terjadi, dimana Hotel Dyandra di Jalan Basuki Rahmad yang digunakan debat sebelumnya, itu telalu dekat dengan jalan raya, sehingga polisi menyarankan agar di pindah.


"Pada prinsipnya, kita KPU mengikuti apa yang jadi saran atau masukan dari pihak kepolisian, mengingat mereka yang tahu betul bagaimana situasi di lapangan pasca adanya insiden Bom bunuh diri ini, "terangnya.


Meskipun lanjutnya, mereka sifatnya tidak memaksa, hanya arahan.Namun pihak KPU masih mencari alternatif tempat yang memang memungkinkan, karena ini disiarkan secara nasional."Kita juga perlu gedung yang spesifikasinya memang sesuai dengan teman-teman televisi yang menyelenggarakan debat yang ke tiga.


Seperti misalnya, ketinggian gedung minimal 9 meter ruangnya, kemudian ada lokasi untuk penempatan satelit dan seterusnya, itu masih dipikirkan oleh KPU Propinsi. Soal ada wacana dipindah dari Surabaya, itu masih belum dibahas. "Nanti kita bahas yah memungkinkan saja.Tetapi mungkin tidak terlalu jauh,Karena memang ketika kita pindah dari surabaya cost yang dikeluarkan oleh TV penyelenggara debat itu tentu akan lebih tinggi,"akunya.


Mengingat debat Pilgub ini semuanya mendapatkan fasilitas penyiaran gratis cuma-cuma untuk penyiaran debat itu, mulai dari debat pertama sampai debat ketiga, semua TV nasional maupun lokal, regional menyiarkan secara free cuma-cuma.


Sementara itu, di kesempatan yang sama Kepala Kesbangpol Sudjito memaparkan terkait sosialisai pemilu di Lamongan. Menurutnya kegiatan sosialisasi yang ia lakukan ini merupakan kegiatan yang kedua untuk undang-undang 17 tahun 2015, dan kegiatan ini melibatkan pelajar pemilih pemula, dan perwakilan dari Partai.


Diharapkan, pada pelaksanaan pemilihan gubernur Jatim pada tanghal 27 juni, mereka dapat menggunakan hak pilihnya dengan benar, dan tidak melakukan atau mengajak golput."Karena kerawanan dalam pelaksanaan pemilu itu adalah mengajak untuk tidak memilih, selain itu juga soal money politik,"Imbuhnya.


Dalam sosialisasi ini, pihaknya memfokuskan pelaksanaan pemilu secara umum, dan terkait bagaimana undang-undang yang dulu dan yang sekarang.


"Kalau regulasinya, jadi kalau menurut undang-undang nomor 7 tahun 2017, dengan undang-undang nomor 15 tahun 2011, ini ada perbedaan yang mendasar, yang harus disampaikan ke pemilih pemula, "terangnya. jir