Ambulance di Manukan Wetan, Tandes, Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana mencekam terjadi di jalan Sikatan IV Surabaya,Manukan Wetan, Tandes, Surabaya pada Selasa (15/5) sore. Tim densus 88 mendatangi sebuah rumah yang dihuni terduga teroris. Namun kedatangan tim Densus 88 tak diterima dengan baik. Terduga pelaku bahkan melakukan perlawanan dengan senjata api. Baku tembak pun tak dapat dihindarkan.

Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri. Polisi membagi tugas, pertama mengevakuasi warga dengan jarak aman, kedua berusaha melumpuhkan perlawanan terduga teroris.

Setelah hampir satu jam lebih, terduga teroris yang diketahui bernama Teguh alias Dedy Sulistianto (45) berhasil dilumpuhkan. Teguh pun tewas dilokasi kejadian, rumah kos yang dihuninya dengan satu istri dan tiga anaknya. Namun belum ada konfirmasi resmi pihak kepolisian terkait istri dan anak terduga pelaku tersebut.
Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi menyebut jika istri Teguh yakni SY (34), dan anaknya berinisial DNS (14), AS (10) dan HA (7) juga sudah diamakan bersama satu orang lain yang belum teridentifikasi identitasnya dari dalam rumah.

"Yang bisa kami sampaikan saat ini memang benar ada baku tembak antara densus 88 dengan terduga teroris. Satu tewas yakni yang bersangkuatn," singkat Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim, Selasa (15/5) malam.

Sementara itu, dari dalam rumah Teguh, petugas Densus 88 berhasil mengamankan 2y bom takitan yang aktif. Beberapa bom dijinnakan dengan cara disposal. Bahkan ledakan juga terdengar cukup keras.

Salah satu warga sekitar, Mutakin menyebut jika sehari-hari terduga pelaku yang dikenal dengan nama Teguh itu tidak terlihat mencurigakan. Teguh dan keluarga kecilnya menghuni rumah kos kurang lebih empat tahun lalu.

"Biasa aja sih mas. Kalau ketemu ya nyapa aja. Tidak tahu kalau ternyata dia teroris," kata Mutakin.

Demi kemanan, polisi masih memasang police line dengab radius 300 meter karena diduga masih ada beberapa bom yang masih aktif. Padahal tempat tinggal teduga pelaku ini merupakan kampung padat penduduk.


Saat ini jenazah Teguh alias Dedy Sulitiyono telah dibawa ke kamar Jenazah RS Bhayangkara.