Ustaz Riza Basalamah

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kurang dari satu pekan, sudah 18 nyawa melayang sia-sia dalam empat tragedi serangan terduga teroris ke berbagai tempat, mulai dari gereja hingga markas-markas kepolisian di Provinsi Jawa Timur dan Riau.

Pada Minggu, 13 Mei 2018, enam orang tewas dalam peledakan bom di tiga gereja di wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur, mereka terdiri dari satu keluarga pasangan suami istri dan empat anaknya. Dalam peristiwa ini, sebanyak 7 warga tak berdosa meninggal dunia.

Di hari yang sama pada malam harinya, bom yang sedang dirakit terduga teroris di unit Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo, juga meledak dan menyebabkan pasangan suami istri dan seorang anaknya tewas.

Sehari berselang, pada Senin pagi, 14 Mei 2018, lagi-lagi satu keluarga melakukan peledakan bom. Kali ini terjadi di Markas Polda Jawa Timur. Di tempat ini, pasangan suami istri dan dua anaknya meregang nyawa.

Kemarin, Rabu, 16 Mei 2018, empat pria dewasa tewas ditembak petugas kepolisian karena melakukan penyerangan membabi buta ke Markas Polda Riau. Terduga teroris ini, menyerangan dengan cara menerobos masuk ke markas Polda Riau, lalu menyerang dengan pedang dan menabrakan mobilnya.

Kepolisian menyatakan, para pelaku ini berasal dari satu kelompok yang memiliki keyakinan yang sama. Mereka berasal dari sel-sel teroris dari Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT.

Selama ini, sel-sel jaringan teroris ini cukup sering melakukan penyerangan dengan modus peledakan bom. Tapi, untuk kasus di Jawa Timur, perbutan pelaku benar-benar sudah dinilai sangat biadab, sebab mereka tega mengorbankan nyawa anak-anak mereka sendiri, demi keyakinan bakal mati syahid dan masuk surga.

Padahal, dari beberapa kasus teror yang dilakukan kelompok ini, banyak yang tercuci otaknya hanya karena menonton tayangan ceramah petinggi ISIS melalui saluran internet.

Tapi, benarkah mereka yang melakukan bom bunuh diri dan menyerang markas polisi, lalu mati bakal dijamin langsung masuk surga Allah?.

Bukan Ajaran Islam

Menurut Ustaz Syafiq Riza Basalamah, setiap orang Islam yang mencelakai apalagi membunuh orang atas nama agama – apalagi dalam kondisi aman – maka, jangankan masuk surga, mencium aroma surga pun haram hukumnya bagi mereka. Dan apa yang mereka lakukan bukan ajaran dari Islam.

"Sedih, mendengar peristiwa yang terjadi di Surabaya, rasul melarang para sahabatnya dalam kondisi perang untuk membunuh wanita dan anak-anak. Melarang untuk membunuh para pendeta yang ada di gereja-gereja. Itu adalah dalam kondisi perang. Bagaimana dengan kondisi damai? yang Rasulullah mengatakan, ’barang siapa membunuh orang kafir dalam kondisi perjanjian damai dengan orang Islam, enggak bakalan mencium bau surga," kata Ustaz Syafiq.

Ustaz Syafiq mengatakan, bagi mereka yang memiliki keyakinan yang sama dengan pelaku teror. Percayalah, bahwa apa yang dilakukan pelaku teror dengan meledakan bom dan menyerang markas kepolisian, bukan ajaran Islam.

"Mau ngobatin teroris ini harus dengan ilmu, mengajarkan pada mereka bahwa itu bukan dari Islam," kata Ustaz Syafiq.