Abdul Somad dan Mahfud MD

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pro dan kontra tentang nama-nama mubaligh yang masuk daftar rekomendasi Kementerian Agama Republik Indonesia masih terjadi. Yang pro beralasan merupakan tugas kemenag melakukan pelayanan publik atas pertanyaan masyarakat mengenai dai terekomendasi.

Sementara yang kontra menyebut kemenag pilih kasih menetapkan nama-nama. Banyak nama-nama dai justeru tak masuk di daftar itu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan tanggapan atas masuknya dirinya dalam Daftar 200 Muballigh atau penceramah rekomendasi Kementerian Agama (Kemenag). Mahfud MD mengaku biasa saja atas hal tersebut, dan tidak perlu ditafsiri secara politik. Menurutnya, dengan perilisan tersebut, Kemenag telah mempermudah masyarakat yang kadang kesulitan dalam menentukan ustaz yang akan diundang. Tak hanya itu, Mahfud MD juga memberikan tanggapan atas kekecewaan netizen yang mengetahui nama Ustaz Abdul Somad tak masuk daftar.

Ustaz Abdul Somad tak masuk daftar 200 nama mubalig Kemenag
Ustaz Abdul Somad tak masuk daftar 200 nama mubalig Kemenag (Kolase)

Menurutnya, sebaiknya nama tersebut diusulkan ke Kemenag.

@Chaniago63: Ada yg aneh didaftar ini prof @mohmahfudmd yg jelas kualitas ceramahnya, ahli hadist.

knapa tak ada.. apakn kemenag gx knal dengan beliau ustd Abdul Somad Lc. MA.

Saya rasa sluruh rakyat indonesia tau kualitasnya.

Meskipun brsift smntra tpi ini tak bagus. Kami orang melayu kcewa.

@mohmahfudmd: Mas Rizal, Kita usulkan sj agar inventarisasi diteruskan.

Nanti nama Ustdz Abdul Somad, Ny. Sinta Nuriah, Ny. Tan Mei Hwa, K. Hisyam, Kyai Lubab, Kyai Miftah dll bisa dimasukkan.

Mnrt sy jmlh muballigh tak blh lbh sedikit dari jumlah masjid. Jumlah masjid kita sj puluhan ribu.

Sementara itu, berikut tujuh pernyataan lengkap Mahfud MD:

"(Muballigh 1) Meski sy tak mengikuti langsung krn sedang di New York tp Bnyk yg nanya kpd sy ttg rilis daftar muballigh oleh Kemenag.

Apakah itu tepat? Bgmn tanggapan sy ttg masuknya nama saya ke dalam daftar tersebut?

Mnrt saya itu biasa saja tak perlu ditafsiri scr politik.

(Muballigh 2) Rilis itu hrs disikapi sebagai inventarisasi muballigh, bukan akreditasi atau seleksi muballigh.

Kalau inventarisasi nantinya bisa ditambah setiap bulan atau ditambah scr berkala.

Yg belum masuk sekarang, ya besok dimasukkan sesuai dgn hasil inventarisasi baru.

(Muballigh 3) Rilis itu tak blh dianggap sbg akreditasi atau seleksi.

Sebab kita tahu, bnyk yg tdk masuk dlm daftar tp nyata2 bagus sbg muballigh.

Sebaliknya ada nama2 di dlm daftar itu yg mungkin blm diketahui oleh publik kapasitasnya sbg muballigh.

Jgn disikapi berlebihan lah.

(Muballigh 4) Kemenag mungkin hny ingin mempermudah masyarakat yg kerapkali bertanya ke kemenag ttg muballigh yg bs diundang, maka dibuatlah daftar itu.

Mungkin diambil dari daftar penceramah di Masjid2 besar spt Masjid Istiqlal atau dari teve-reve yg punya program2 keislaman.

(Muballigh 5) Dgn adanya daftar itu, masyarakat tak usah repot2 bertanya ke kemenag tp langsung lihat sendiri di daftar yg sdh disediakan oleh kemenag.

Masyarajat tentu boleh mengundang penceramah2 yang tidak atau belum ada namanya di daftar kemenag itu.

Dibuat mudah saja lah.

(Muballigh 6) sebenarnya jumlah muballigh di Indonesia ada ribuan jumlahnya.

Di Yogya saja, misalnya, kalau diambil dari IAIN, UII, dan UGM sj sdh lbh dari 200 muballigh.

Blm lagi dari ponpes2 dan lembaga keagamaan lainnya.

Itu baru di Yogya loh, blm di daerah2 lain yg lbh besar.

(Muballigh 7) Atas pertanyaan, bgmn tanggapan sy sehubungan dgn masuknya nama sy dlm daftar 200 muballigh itu, sy tak bs jawab.

Sebab sy tak tahu kriterianya.

Klu ditanya bgmn bs jd profesor tentu sy bs menjelaskan sebab jbtn profesor ada kriteria, bislit, dan gaji yg jelas," tulis Mahfud MD.