SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca kebakaran yang menewaskan delapan orang di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya, Tim Labfor Polda Jatim mendatangi rumah tersebut, Rabu (30/5). Mereka tengah melakukan olah TKP kurang lebih selama satu jam, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 12.05 WIB.

Olah TKP dimulai dari lantai satu rumah milik H.Hadirin tersebut. Tim labfor memeriksa satu persatu ruang, tak terkecuali dapur. Di dapur itulah muncul dugaan kuat penyebab kebakaran Selasa (29/5) kemarin yaitu sebuah kompor gas yang sudah ringsek.




"Dapur dan alat masak ada di lantai satu, tepatnya di bawah tangga," sebut Kompol, Handi Purwanto, ketua tim Labfor Polda Jatim yang melanjutkan olah TKP, Rabu (30/5).

Selain memeriksa di lantai bawah, tim juga terlihat naik ke lantai dua dan melakukan pengecekan dan pemeriksaan rumah yang hanya memiliki satu jendela berukuran sekitar 50cm x 50cm ini.

Saat keluar,Tim Labfor membawa beberapa barang bukti, yakni kompor, panci, tempat penggorengan, alat masak, kabel, stop kontak dan abu untuk diidentifikaai di labfor Polda Jatim.




"Kalau tabung gas tidak dibawa. Hanya kompor, alat dapur, abu dan kanel listri," ucap Handi.

Handi menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab kebakaran. Barang yang diamankan ini akan diuji di laboratorium.

"Kami perlu melakukan analiasa dulu dari hasil laboratorium dulu, jadi belum bisa disimpulkan penyebabnya apa dan dari mana juga belum bisa diketahui," cetus Handi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Tinton Yudha Riambodo menambahkan, pihaknya juga tengah menunggu hasil uji lab darj tim Labfor yang sudah turun ke lapangan.

"Tunggu Labfor kerja, belum bisa temukan penyebab kebakaran," terang Tinton.

Selain itu, Tinton menuturkan, pihaknya juga terus meminta keterangan saksi-saksi. Termasuk saksi pemilik kos, H Hadirin.

"Kami masih terus melakukan penyelidikan kebakaran ini. Nanti hasil dari reskrim apa dan Labfor bagimana, akan dikomparasi," pungkas Tinton. firm