SURABAYAPAGI.com - Berangkat dari konsep sekumpulan remaja yang menyuarakan isu-isu anak sekolahan, BTS kini tumbuh dewasa. Mereka bermetamorfosa menjadi pria-pria muda yang menyuarakan masalah-masalah kehidupan yang lebih kompleks dalam lagu-lagunya.

Bangtan Boys (BTS), begitu nama panjang grup mereka, dalam Bahasa Inggris berarti Bulletproof Boy Scout, menggebrak industri musik Korea Selatan dengan gaya tak biasa. Debut dengan lagu No More Dream pada 2013, BTS sudah memproklamirkan diri mereka sebagai “thecoolest kids in the world”.

Bukan sekadar isapan jempol belaka. Sebab, BTS kini memang benar-benar jadi yang terkeren sedunia. Bukan hanya terkenal di negeri asalnya, Korea Selatan, BTS juga begitu populer di negara Asia lainnya, Eropa, bahkan Amerika.

Terbaru, BTS memenuhi headline media-media hiburan dengan rentetan pencapaian mereka dengan album anyar, Love Yourself: Tear. Mereka juga membuat fans global histeris dengan aktivitas di Amerika pasca kembali ke Billboard Music Awards beberapa waktu lalu.

Jika masa remaja generasi X mengenal idola K-Pop generasi pertama, seperti HOT, god, Shinhwa, dan sebagainya, lalu generasi Y tumbuh dengan lagu-lagu TVXQ, Super Junior, BIGBANG, dan lainnya, generasi Z punya BTS. Meski punya pesaing yang muncul di era kekinian yang tak kalah hit, misalnya EXO, Winner, iKON, dan lain-lain, BTS adalah fenomena tersendiri di antara penggila K-Pop zaman sekarang.

Bukan hanya dihujani penghargaan dan dikenal luas hingga ke luar Asia, termasuk pencapaian V, personelnya yang disebut pria tertampan di dunia versi TC Candler 2017, BTS punya basis fans loyal dan luar biasa. Di ranah media sosial, boyband pelantun DNA tersebut pernah dimahkotai Raja Twitter karena pencapaiannya.

Tak heran ketika mereka juga meraih gelar Top Social Artist di ajang Billboard Music Awardsdua tahun berturut-turut.



Pada Desember 2017, BTS dianugerahi Golden Tweet of the Year oleh Twitter karena salah satu postingannya mendapat 778 ribu likes dan 374 ribu retweets. Bukan rahasia lagi jika BTS punya lebih dari 10 juta followers pada 2017 dari 3 jutaan di tahun 2016.

Artinya, jumlah followersboyband ini bertambah sekitar 7 juta hanya dalam setahun. Belum habis 2018, BTS kini sudah punya 15 jutaan followers di Twitter.

Jelang tutup tahun 2017, BTS juga mendapat title sebagai Most Twitter Engagements for A Music Group dari Guinness Book of Record. Grup ini mendapat 252 ribu retweets rata-rata per cuitannya. Tak heran juga jika Twitter sampai pernah merilis emoji khusus BTS pada 2016.

Tak hanya loyal di media sosial, fans BTS juga masif di kehidupan nyata. Tiket-tiket konser BTS selalu ludes dengan segala cerita perjuangan fans di baliknya.

Sarah, seorang fans remaja dari Depok salah satunya. Siswi SMA tersebut mengaku rela menyisikan uang jajannya sejak lama demi bisa menonton BTS suatu saat nanti jika datang ke Indonesia. Ada juga cerita fanbase yang menggalang dana atas nama BTS demi aksi kemanusiaan, dan pelbagai kisah mencengangkan lainnya.

Dari Anak Sekolahan Kini Peduli Sekitar
"Arasseo eomma jigeum dokseosil gandanikka," lirik dalam lagu No More Dream yang dibawakan remaja 16 tahun bernama Jungkook itu jadi salah satu magnet orang-orang menoleh pada BTS di karya debut mereka.

Sebagai personel BTS termuda, Jungkook membuat video musik No More Dream punya sentuhan berbeda karena membawakan lirik di atas dengan gayanya yang imut-imut. Dalam Bahasa Indonesia, lirik tersebut berarti, "Oke, Ma, aku akan pergi ke perpustakaan sekarang”.

Menarik, karena No More Dream adalah lagu hip-hop yang menggambarkan betapa frustrasinya remaja-remaja itu. Selalu ditanyai apa mimpi mereka, bahkan dijejali mimpi ideal versi orang dewasa, yang mungkin tak ingin mereka lakukan.

Video musiknya diisi dengan gaya swag ketujuh remaja itu dan diiringi dengan koreografi brutal bernuansa gelap. Karenanya, cara Jungkook yang imut di tengah konsep ’brutal’ itu sukses membuat namanya dan BTS secara keseluruhan mulai dicari di berbagai mesin pencarian digital.

No More Dream
adalah title track dari mini album debut mereka yang bertajuk 2 Cool 4 Skool.Rupanya, isu-isu anak sekolahan dan jiwa muda mereka juga berlanjut dalam mini album seri BTS selanjutnya, O!RUL8,2? (2013) dan Skool Luv Affair (2014).

BTS kemudian tumbuh dan berkembang menjadi sosok idola remaja dewasa yang makin matang dan dikenal tak takut membicarakan hal-hal tabu. Dalam album Wings (2016), BTS menyinggung soal kesehatan mental yang jadi isu penting di Korea.

Mereka juga bicara soal kekuatan para wanita dan pesan-pesan untuk merangkul grup minoritas dalam lagu-lagunya.

Dalam sebuah dokumenter mereka yang berjudul Burn the Stage, BTS menjawab curahan fans yang mengaku mengalami depresi. Fans tersebut menyebut, BTS adalah penyemangat hidupnya.

Bukan hanya memberi dukungan moral, BTS bahkan mengungkap mereka juga kerap mengalami depresi. Lewat berbagai kesempatan, BTS tegas memberi semangat para fans untuk melawan depresi mereka.

"Hiduplah semau kalian, ini hidup kalian," begitu salah satu lirik Fire.

Rolling Stone
, dalam artikelnya yang berjudul How BTS Are Breaking K-Pop’s Biggest Taboos,pada Selasa, 29 Mei 2018 waktu setempat menyebut, BTS merupakan grup K-Pop yang berani mengemukakan apa yang ada di pikiran mereka sejak awal debut. Mereka tak ragu untuk bicara soal hak-hak LGBTQ, kesehatan mental, dan tekanan yang harus dihadapi demi kesuksesan.

"Dengan tak memihak antara menjaga citra terhormat dan penulisan lirik-lirik sarat kritik, BTS menawarkan perubahan segar dari apa yang tak disuka fans dan pengamat tentang K-Pop," tulis Rolling Stone.

Secara musikalitas, BTS muncul sebagai musisi hip-hop yang kemudian merambah ke berbagai genre lain, seperti R&B hingga EDM. BTS bahkan dicintai penggemar, karena menjadi penyanyi mandiri yang ikut serta dalam memproduksi setiap karya-karyanya.

Hampir semua personel ikut berpartisipasi dalam pembuatan lagu-lagu mereka.

Tak hanya mengampanyekan isu-isu besar lewat lagu, BTS juga aktif dalam aksi kemanusiaan. Masih dalam artikel yang sama, BTS seolah tak peduli dengan kisruh politik yang bermain dalam tragedi tenggelamnya Kapal Sewol pada April 2014.

Peristiwa memilukan itu menyebabkan 300 pelajar meninggal dunia. Tanpa basa-basi, BTS mendonasikan US$100 ribu untuk keluarga para korban.

BTS juga bekerja sama dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) untuk mengampanyekan anti-kekerasan. Army, sebutan untuk fans BTS, bahkan turut membantu.

Mereka berhasil mengumpulkan US$1 juta hanya dalam waktu dua hari untuk membantu anak-anak kurang gizi, Mei ini, melalui Unicef USA.



Banjir Penghargaan
BTS sukses meraih begitu banyak penghargaan sejak debutnya. Melon Music Awards adalah ajang penghargaan besar, di mana BTS dinobatkan sebagai Best New Artist pada 2013. Mereka juga meraih penghargaan serupa dalam ajang sejenis, seperti Golden Disc Awards, Seoul Music Awards, dan merajai berbagai tangga musik tahun tersebut.

Karier BTS terus gemilang tiap kali menelurkan album baru. The Most Beautiful Moment in Life: Young Forever pada Mei 2016, masuk Billboard 200 dengan puncaknya di posisi 107.

Pada Oktober tahun yang sama, Wings menerobos masuk ke nomor 26 tangga Billboard 200. Kala itu, pencapaian tersebut adalah yang tertinggi di kalangan album K-Pop.

Pada Februari 2017, BTS yang merilis Spring Day dalam album Wings versi extended, You Never Walk Alone juga muncul di Bubbling Under Hot 100 Singles di posisi 15.

Dari sekian banyak penghargaan yang diraih BTS, grup yang bernaung di bawah Big Hit Entertainment itu menggemparkan dunia ketika muncul pertama kalinya di Billboard Music Awards pada Mei 2017. Mereka juga menerima penghargaan Top Social Artist yang direbut dari juara bertahan Justin Bieber sejak 2011.

Sejak saat itu, BTS aktif muncul di berbagai acara TV Amerika, seperti Jimmy Kimmel Live, Ellen DeGeneres Show, dan James Corden’s The Late Late Show. Belum puas membuat histeris para fans, mereka juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi AS, seperti Steve Aoki dan terbaru, rencananya dengan Zedd.

BTS kembali menoreh sukses di Billboard Music Awards pada 2018. Mereka juga lagi-lagi menyabet Top Social Artist Award dan muncul di berbagai program bincang-bincang hit tersebut. Ellen, bahkan sampai kebingungan, karena fans BTS membuat studionya gempar dengan histeria teriakan mereka.

"Aku bahkan belum melontarkan pertanyaan," kata Ellen mengomentari teriakan fans yang nyaris tanpa jeda.

Kini, BTS adalah boyband K-Pop pertama yang berhasil menembus posisi teratas Album Billboard 200 dengan albumnya, Love Yourself: Tear. Ini adalah pertama kalinya artis K-Pop menduduki puncak tangga lagu Billboard 200.

Fake Love
yang menjadi andalan dalam album ini pun menoreh banyak rekor. Dilansir dari laman Soompi, video musik Fake Love sudah mencapai 100 juta penayangan di YouTube dan menjadi yang tercepat dalam waktu 8 hari, 8 jam, dan 45 menit sejak perilisannya.

BTS juga tak hanya unggul di antara video musik grup K-Pop. Fake Love juga dikonfirmasi telah mengumpulkan jumlah tayangan tertinggi ketiga dalam kategori video musik dalam sejarah YouTube.



Rahasia Sukses
Chief Executive Officer (CEO) Big Hit Entertainment, Bang Shi Hyuk, dikutip dari SBS, pernah bicara soal kesuksesan artisnya di kancah internasional. Dalam wawancaranya dengan OSEN, Bang Shi Hyuk mengaku, sejujurnya juga tak tahu apa yang membuat BTS begitu dielu-elukan dunia.

Namun, Bang Shi Hyuk mengatakan, banyak hal dalam diri BTS yang menarik dan mendukung kesuksesan mereka. Secara kreativitas, BTS memang turun langsung dalam menciptakan musik dan mengatur media sosial mereka.

Menurutnya, dia ingin BTS bebas berkreasi dan menuangkan ide mereka ke musik mereka sendiri. Tugasnya adalah mengulas dan mengawasi.

"Big Hit membiarkan para anggota BTS bebas. Rasanya salah jika Big Hit mencampuri musik mereka. Apa yang dimaksudkan para members adalah hal terpenting," katanya.

Soal kesuksesan BTS yang mendunia, Bang Shi Hyuk mengatakan, dia benar-benar tak pernah membayangkan hal tersebut. Tetapi menurutnya, apa yang disajikan BTS, lewat gaya penampilannya sesuai dengan apa yang sedang jadi tren sehingga mudah diterima.

Sementara itu, kepada Yonhap News, RM mewakili BTS mengatakan, bos di agensinya itu memang punya credit besar dalam kesuksesan mereka. RM mengatakan, Bang Shi Hyuk punya visi yang jelas ketika membentuk BTS.

Dia ingin, BTS adalah grup yang bisa bicara tentang apa pun yang harus didengar orang-orang di luar sana.

Masih kata RM, BTS sukses juga bukan semata-mata karena hype di media sosial tempat mereka berkomunikasi dengan para Army, tapi lebih dari itu. BTS bisa menyampaikan kemampuan dan kebenaran melalui musik mereka.