Khofifah dan beberapa Ulama saat acara Halaqoh Ulama Jawa Timur.

SURABAYA PAGI, Mojokerto- Dukungan ulama, kyai dan Masayikh untuk pasangan Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Cawagub Emil E Dardak terus berdatangan. Kali ini Seditnya 380 ulama masing-masing 10 kyai dari 38 kabupaten/Kota di Jawa Timur berkumpul di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu sore (3/6/2018). Ini sekaligus penguatan suara di saat

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim tinggal 24 hari lagi. Sehari sebelumnya, Khofifah-Emil memperkuat tim pemenangan di Hotel Wyndham, Surabaya.


Para ulama dan berbagai ponpes besar tersebut memastikan penguatan dan meluaskan jangkauan seruan fatwa Fardhu Ain Masayikh (kyai-kyai) yang lebih dulu dilakukan di Sampang Madura 15 Mei lalu. “Acara ini adalah Halaqoh bersama para ulama, bersama Ibu Khofifah Indar Parawansa dan memilih draft Fatwa Fardhu ain yang akan dibahas untuk dipilih salah satu,” kata KH Asep Saefudin Chalim, Pimpinan Ponpes Amanatul Ummah, Minggu (3/6) kemarin.


Setelah itu semua ulama yang hadir melalukan tanda tangan surat fatwa. Agar keraguan masyarakat itu bisa hilang dengan fatwa ini, bahwa semua ulama di Jawa Timur hanya mendukung satu paslon saja. Yakni, Khofifah-Emil.


Alasan dari keluarnya fatwa Fardhu Ain memilih Khofifah-Emil ini tidak sembarangan keluar. Sejumlah ulama bahkan melakukan sholat Istikharoh terlebih dulu sebelum membuat keputusan. Alasan Fatwa Fardhu Ain ini keluar berdasar beberapa alasan. Diantaranya, masyarakat Jawa Timur sebagai bagian dari bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat kemerdekaan. Yaitu terwujudnya kehidupan yang maju, adil dan makmur. Kaitannya dengan pilgub Jawa Timur ini, paslon Khofifah-Emil memenuhi persyaratan untuk mewujudkannya Jawa Timur adil dan makmur.


“Khofifah-Emil ini jujur, dapat dipercaya, bisa membuat program, gagasan, perencanaan untuk mewujudkan Jatim Adil dan Makmur, dan lebih baik dari paslon yang lain,” sebut Kyai Asep yang ditemani Kyai Hisyam Syafaat, Kyai Haji Suyuti (Bangkalan), KH Jamaludin (Probolinggo) dan beberapa kyai Khos (besar) lainnya.




Hasil dari Halaqoh

Hasil dari Halaqoh 380 ulama itu, memutuskan bahwa memilih gubernur Khofifah-Emil jauh lebih baik daripada Gus Ipul-Puti. Pertimbangannya, Khofifah saat menjadi Menteri Sosial berhasil menurunkan angka kemiskinan di Indonesia cukup signifikan.


Sebaliknya, Gus ipul selama menjadi Wagub Jatim, dan sekaigus koordinator penanggulangan/pengentasan kemiskinan di Jatim justru membuat provinsi Jatim terbesar angka kemiskinannya. “Artinya (Gus Ipul) jadi wagub saja tidak mampu, apalagi menjadi gubernur. Kemiskinan tinggi karena ketua koordinator pengentasan kemiskinan tidak mampu. Maka menjadi fardhu ain untuk memilih paslon yang bisa mewujudkan jatim jujur, adil dan makmur seperti Bu Khofifah,” tegas Kyai Asep.


Kata Kyai Asep, Fatwa ulama juga menyebutkan Barangsiapa dia memilih Gus Ipul, padahal ada Khofifah yang lebih baik, maka dia telah berkhianat, karena ini Nash, ada di hadist. “Apalagi Khofifah dalam setiap pidatonya keliahatan sangat hafal dan menguasai ayat-ayat Al-Quran dan Hadist. Dan kami tidak pernah mengetahui hal semacam itu diucapkan dari calon gubernur yang lain,” jelasnya.


Hal itu dipertegas pada fatwa Poin ke dua dan ketiga. Selanjutnya di poin 4 dijelaskan, kepemimpinan Khofifah dan Emil Dardak akan memberdayakan komponen-komponen masyarakat. Diantaranya, para ulama dan ilmuwan dijadikan sumber inspirasi untuk kebijakan kepemimpinannya. Kemudian, senantiasa menjalankan keadilan dan mengupayakan terwujudnya kesejahteraan. Para konglomerat dikondisikan untuk peduli pada terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran. Para buruh dan fakir miskin senantiasa mendapatkan perhatian untuk kesejahteraan sehingga terwujud kehidupan yang kondusif. “Nanti kalau Bu Khofifah jadi Gubernur, akan ada pertemuan rutin minimal 3 bulan sekali,” tandasnya.


Siapkan Tim IT

Sementara itu Khofifah Indar Parawansa berharap sekali deklarasi dan perluasan dukungan dari para ulama seluruh Jatim ini dapat bermanfaat bagi kemenagan paslon nomer urut satu. Para ulama yang mendukung diyakini akan mengerahkan para santri membantu menyebarkan stiker kecil dan memasang spanduk. “Sebagai penanda bahwa jalan ini adalah jalan untuk mengantarkan kemenangan Khofifah Emil, insya Allah kami optimis,” ujarnya.


Khofifah menambahkan, sudah menyiapkan tim IT (Informasi dan Teknologi) sampai 1 Juli 2018. Mereka bertugas melakukan real count bergerak sehingga pukul 16.00 di hari H coblosan hasil sudah diketahui. “Mudah-mudahan pasangan Khofifah-Emil menang signifikan. Kalau unggul di atas 3% maka sudah tidak bisa dipermasalahkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Insya Allah saat ini dari berbagai survey, unggul di atas 3 persen,” jelas Khofifah.


“Kami berharap munajat yang tidak henti dari para ulama semua. Nyuwun pangestu, Insya Allah pertolongan dari doa kita semua, kemenangan sudah semakin dekat,” harap Khofifah yang diamini oleh 380 ulama, kyai dan masayikh yang berkumpul di pondok.


Selain para ulama, kyai, hadir juga para bu Nyai. Seperti Bu Nyai Masruroh Wahid, Bu Nyai Mahfudoh, Bu Nyai Hamid Manan dan sebagainya. n rko