SURABAYAPAGI.com - Tak lama lagi proyek mobil pedesaan hasil karya anak bangsa atau yang disebut Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) bakal rampung. Debut ke publik secara perdana akan dilakukan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Agustus mendatang.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, hingga kini pihaknya masih melakukan uji coba mobil yang punya komponen lokal 70 persen itu.

“Uji coba lapangan AMMDes dilakukan di kawasan Bogor mulai awal April 2018 dan masih berlangsung sampai saat ini. Hasil pengujian dilakukan untuk menyempurnakan rancangan AMMDes,” kata Airlangga dalam siaran persnya.

Ditegaskan, uji coba itu dilakukan secara persial yang meliputi mesin, sasis, suspensi, dan transmisi.

“Kami berhasil memfasilitasi dalam membangun komitmen kerja sama dengan lebih dari 70 industri yang siap menjadi pemasok komponen AMMDes, di mana sebagian besar adalah industri kecil dan menengah (IKM),” tambah dia.

Sasaran Utama
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, menjelaskan fungsi dari mobil yang menggandeng PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia untuk produksi massal itu tentulah banyak.

Nantinya mobil pedesaan akan membantu beberapa kelompok usaha bersama, koperasi, gapoktan, bumdes dan kelompok petani atau nelayan lainnya untuk mengangkut hasil panen atau mempercepat distribusi barang dari desa ke kota.

“Mobil pedesaan ini dilengkapi spesifikasi teknis khusus untuk dapat mengakses daerah-daerah yang selama ini pembangunan infrastrukturnya tertinggal."

"Dengan akses yang lebih bagus akan menstimulus kegatan ekonomi di wilayah tersebut, sehingga mengurangi ketimpangan antardesa dan kota,” sambungnya.

Pemerintah dalam hal ini juga membuka peluang bagi industri untuk mengusai bidang penelitian dan pengembangan (RnD), terutama rancang bangun dan teknologi desain.

“Pengusaaan teknologi ini sangat penting sebagai landasan pengembangan dan kemandirian industri dalam negeri ke depan,” tutur Harjanto.