KTP milik terduga pelaku bom di Bangil, Pasuruan.

SURABAYAPAGI, Pasuruan- Pelaku bom di Bangil, Kamis (5/7/2018) mulai terkuak. Diduga pelakunya adalah Abdullah, lahir di Lambideng, Aceh, 16 Pebruari Tahun 1975. Istrinya bernama Dina Rohana, lahir Sidoarjo 16 Juni 1978.

Abdullah dan Rohana dikaruniai 2 orang anak. Anak keduanya yag berumur 3 tahu, luka ledakan 80 persen. Usai dirawat di RSUD Bangil, kini korban dibawa ke RSU Bhayangkara Polda jatim, Surabaya.

Sebelum kontrak di Bangil, pasangan ini tinggal di Tangerang, Banten. Kira-kira 2 tahun lalu, keduanya bersama 2 anaknya pindah ke rumah Bangil. Yaitu, kontrak di rumah Saprani Jl. Pepaya Rt 1/Rw 01 Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Untuk tinggal di rumah kontrakannya, Abdullah memakai KTP atas nama Awardi, Jakarta 12 Juni 1968, asal Karang Tanjung RT 06/RW 07 Kecamatan Serang Banten, Jabar.

Sejak tinggal di rumah kontrakannya, keluarga ini sangat tertutup. Menurut Rohkim, salah satu tetangganya, suami istri sangat tertutp. Yang diketahui oleh warga adalah berdagang di pasar. Namun di pasar mana, warga juga tidak tahu.

Keseharian Dina Rohana, mengenakan cadar. Bergamis hitam-hitam. Sedang anaknya sepeeti anak sebaya lainnya. Namun demikian, si anaknya tidak pernah keluar rumah. Ngajinya pun warga tidak tahu.

Wargavyang biasa nongkrong di warung depannya mengaku tidak pernah melihat gelagat yang mencurigakan. Warga audah menganggapnya seperti jamaah (warga keturunan Arab) yang hidup di Bangil lainnya. Makanya begitu tahu kejadian siang itu, warga sempat marah. Pelaku yang melarikan diri dengan motor sempat dilempari dengan batu bata. dir



Istri terduga pelaku pengeboman di Bangil, diamankan polisi.