Agus Liantono alias Gus Li, berpose disamping seorang Jenderal Polisi bintang dua yang berdinas di Mabes Polri. Foto diambil baru-baru ini. SP/istimewa

Jhen Li Ang, juga Suka Pamer Foto dengan Jenderal


SURABAYA PAGI, Surabaya - Sosok Agus Liantono alias Gus Li, dikenali pebisnis yang bisa mencairkan pinjaman dari Bank bernilai besar dengan asset tak sebanding. Jhen Li Ang, nama Tionghoa Agus Liantono, juga suka minum dan berteman dengan cewek, juga pamer foto bersama jenderal-jenderal.

Surabaya Pagi, memiliki foto Gus Li, dengan seorang Jenderal bintang dua yang masih aktif di Mabes Polri. Memakai hem warna gelap, Agus Liantono, berdiri berkacamata dan mengacungi jempol disamping bendera warna hitam dengan dua bintang.

Gus Li, berdiri disamping si jenderal yang menggenakan jacketkulit coklat dengan nama didada. Si Jenderal mengenakan kaos berkerah putih. Suatu kali, Gus Li, juga berfoto dengan seorang jenderal memakai hem putih lengan panjang. Gus Li, memakai hem batik lengan pendek.

Pengacara Gus Li, yang mengajukan pailit atas nama diri sendiri, sampai Jumat kemarin sulit dihubungi. mereka adalah Ester Immanuel Gunawan SH, Melani Lassa, SH,MH dan Andhita Bhima Putra SH. Ketiganya semula numpang kantornya advokat senior Omar Ishananto SH, di komplek perumahan Jemursari. Kini, mereka pindah alamat ke Manyar.

Wartawan Surabaya Pagi, mencari alamat advokat Gus Li, untuk klarifikasi ajuan pailit atas nama sendiri. Entah apa maksudnya. Klarifikasi ini terkait putusan pailit dibacakan pada tanggal 2 Januari 2018, hari pertama setelah libur tahun baru. Putusan tanggal seperti ini jarang terjadi.

Jumat siang kemarin, Surabaya Pagi ditemui seorang perwira menengah Polri yang menanyakan kasus Gus Li. Saat ditanya kepentingannya, pamen ini menyatakan sedang menghimpun informasi mengenai sepak terjang Gus Li, terkait pembobolan 6 bank di Surabaya.

Pengusaha Kaya Raya

Masyarakat Mojokerto mengenal Gus Li, pengusaha kaya raya. Selain tenar sebagai pengusaha plastik, pria bernama TionghoaJhen Li Ang, ini juga dikenal sebagai pengusaha hotel dan spa.

Dari keterangan sejumlah warga di Jalan Letkol Sumarjo Kota Mojokerto, Jhen Li Ang alias Gus Li terlahir dari keluarga pebisnis. Ayah Gus Li, yang asli warga negara Tiongkok yangpertama kali menginjakkan kaki di Kota Mojokerto. Kira-kira mulai di Indonesia, pada tahun 1970 an. "Dulunya tinggal di Mojosari terus pindah kesini (Letkol Sumarjo, red). Dari dulu yang saya tahu bisnis plastik, tak tahu di kota lain,” terang Sugih salah satu tetangga Gus Li, kemarin.

Pria paruh baya itu menyebut, saudara Gus Li sebanyak 8 orang dan Gus Li yang paling bontot. Ketujuh saudara Gus Li juga berbisnis. "Semua saudara Gus Li kaya-kaya. Ayah Gus Li sudah meninggal kini tinggal ibunya saja," terangnya.

Show room Mobil

Senada dengan Sugih, salah satu kolega Gus Li yang enggan disebut namanya mengaku kenal dengan sosok Gus Li yang piawai dalam berbisnis. "Orangnya suka berbisnis, tak salah jika dia mudah cari pinjaman di bank dengan nilai yang besar. Sebab memang usahanya terbilang besar-besar pula," terang sumber tersebut.

Ia mengaku tahu satu persatu usaha milik Gus Li yang ada di Mojokerto. Diantaranya, usaha pergudangan di Kecamatan Dlanggu dan Jatirejo, usaha pabrik tali rafia dan plastik di Jalan By Pass Kebohan Kabupaten Mojokerto, showroom mobil dan yang terbaru usaha Hotel dan Spa Sun Pallace di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.

"Infonya pabrik plastik yang di Bypass Kebohan Kota Mojokerto baru saja dijual seharga Rp. 48 miliar. Kalau usaha gudang dan hotelnya masih tetap jalan," ujarnya.

Dikalangan teman dan tetangganya, Gus Li, dikenal sebagai pebisnis yang piawai mengambil pinjaman besar di sejumlah bank. ‘’Gus Li berani merogoh kocek lebih untuk main mata dengan petugas bank agar pengajuan pinjamannya disetujui. Kalau soal mainan utang bank, Gus Li jagonya. Dia jago mencairkan pinjaman bernilai besar meski jaminan asetnya tak senilai dengan nilai pinjaman tersebut. Jadi jika tak sanggup bayar utang dan aset itu di sita, Gus li masih tetap untung," ujarnya.

Pernah Digerebek Polisi

Ditanya terkait usaha hotel dan spa milik Gus Li, sumber tersebut mengaku jika usaha tersebut masih baru digelutinya. Ia juga membenarkan jika, hotel dan spa milik gus li yang berada di Trowulan sempat digerebek polisi lantaran dugaan praktik prostitusi terselubung.

"Saya pernah dengar soal itu, sudah lama kok, sekarang hotel dan spanya masih tetap jalan," ujarnya.

Dikonfirmasi terkait ini, Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono juga membenarkan terkait penggerebekan tersebut. Pihaknya saat itu tidak dilibatkan dalam aksi tersebut. "Itu langsung Polda Jatim dan Polres Mojokerto, Satpol PP tidak dilibatkan didalamnya. Sumbernya ya dari laporan warga yang risih dengan adanya praktik prostitusi terselubung di hotel tersebut,” terang Suharso saat dikonfrmasi melalui ponselnya.

Suharso menambahkan, terkait perizinan semuanya sudah dilengkapi oleh si empunya. "Baik hotel dan spa nya keduanya berizin lengkap. Jadi soal perizinan tidak ada masalah sama sekali," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Sabhara Polres Mojokerto, AKP Bambang Eko Sujarwo, SH mengaku tidak tahu menahu soal penggerebekan praktik prostitusi terselubung di hotel dan Spa Sun Pallace. "Saya tidak tahu soal penggerebekan itu, mungkin itu jaman Kasat sebelum saya. Dua tahun saya menjabat di Sabhara tidak pernah ada giat penggerebekan ini," jelasnya.

Ia mengatakan, bisa saja penggerebekan itu dilakukan langsung oleh Polda Jatim tanpa melibatkan Polres Mojokerto. "Itu kan masih masuk wilayah hukum Polda Jatim, jadi sah-sah saja jika poldaelakukan penggerebekan tanpa melibatkan pihak Polres Mojokerto," pungkasnya.

Seperti diketahui, Agus Lianto alias Gus Li warga Jalan Letkol Sumarjo, Nomor 41, Kota Mojokerto menjadi buah bibir dikalangan pengusaha tionghoa Surabaya. Pasalnya, pria berusia 35 tahun ini diduga membobol enam bank di Surabaya senilai Rp. 181 miliar. tim



Gus Li (tengah) duduk diantara wanita yang bekerja di Spa Sun Palace Hotel Mojokerto.