SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Halaman upacara Polda Jawa Timur agak berbeda. Pasalnya, puluhan pejuang dengan senjata bambu runcing bersemangat ingin merebut kemerdekaan. Tapi, semangat itu, harus dibalas dengan kuncuran darah. Apalagi,

dentuman meriam membakar semangat para polisi istimewa kala melawan Jepang yang saat itu singgah di Surabaya.

Sementara masyarakat turut melawan dengan bersenjatakan bambu runcing. Situasi menegang. Dipimpin M. Yasin, polisi pun melucuti senjata Jepang dan memenangkan pertempuran.

Begitulah cuplikan drama kolosal dari Teater Semesta yang turut meramaikan perayaan HUT Bhayangkara ke 72. Di momentum yang sama Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan aksi ini sengaja dibuat agar mengingatkan para polisi tentang figur M. Yasin yang memiliki andil dalam menjaga NKRI.

"Teatrikal ini supaya orang tahu bahwa M Yasin adalah pejuang Polri yang ikut menjaga NKRI," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai Upacara Peringatan HUT Bhayangkara di Mapolda Jatim, Rabu (11/7).

Tak hanya itu, dalam teatrikal ini Kapolda juga ingin menyampaikan kisah Polri yang diabadikan dalam Monumen Perjuangan Polri. Kisah tersebut bercerita tentang Polri yang menyatakan bergabung menjadi Polisi Indonesia setelah sebelumnya di bawah komando Jepang menjadi Polisi Istimewa.

"Itu tadi kita ingin mengangkat (kisah) Monumen Polri yang ada di Jalan Darmo, itu yang juga merupakan pahlawan nasional yang kita harus tahu. Intinya Polri menyatakan bergabung menjadi polisi nasional," imbuhnya.


Di kesempatan yang sama, Kapolda menyampaikan jika pihaknya akan berupaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Tak hanya itu, polisi akan mengawal agenda kamtibmas di masyarakat.

"Yang jelas kita akan dengan semangat promoter, sebagaimana tema yang diangkat dari HUT Bhayangkara ke 72 ini, dengan semangat promoter polisi akan mengawal agenda Kamtibmas," tambah Machfud.

Machfud juga mengungkapkan, dalam dua tahun ini banyak agenda penting yang harus dikawal polri. Mulai dari agenda internasional seperti Asean Games hingga IMF, juga pesta demokrasi dari Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Yang penting adalah di 2018 ini sampai 2019, Pileg dan Pilpres, kemudian agenda 2018 ada agenda penting internasional seperti Asean Games, kemudian juga kegiatan IMF yang ada di Bali itu juga agenda Polri," lanjut Machfud.

Sementara terkait dengan ancaman terorisme yang kerap terjadi, Machfud mengatakan pihaknya tak takut. Dia ingin semua pihak termasuk tiga pilar dalam pemerintahan turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Terkait dengan ancaman dari teroris yang ada, kita polisi berharap dengan semua pihak, bukan hanya Polri sendiri. Tapi semua pihak harusnya di Jawa Timur tiga pilar untuk tetap betul-betul lebih proaktif lagi,"

Machfud juga menyarankan agar masyarakat juga aktif dalam melaporkan jika ada tetangga baru yang bertingkah laku mencurigakan, agar segera melaporkan ke pihak berwajib.

"Kita sangat mengharapkan kepekaan yang sangat luar biasa dari tiga pilar itu dari Babinsa Bhabinkamtibmas maupun masyarakat. Kalau melihat ada masyarakat baru dengan tampilan yang agak sedikit aneh, perilaku yang aneh, tolong diinformasikan kepada aparat keamanan. DI tingkat bawah seperti Babinsa maupun bhabinkamtibmas," sarannya.

Sedangkan Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan apresiasinya terhadap polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. "Presiden tadi jelas mengatakan bahwa tren internasional yang luar biasa, kita satu ranking ke-10 di dunia dan merupakan negara yang aman dan nyaman atau ketertiban dan keamanannya terjaga," ungkap Pakdhe Karwo sapaan akrabnya.

Dalam hal ini, Pakdhe Karwo juga menyampaikan ucapan terima kasih Presiden Jokowi kepada polisi yang bisa bekerja sama dengan baik dengan semua pihak. Kerja sama ini tentu bisa menjaha ketertiban nasional.

"Artinya Polri diberikan ucapan terima kasih oleh presiden yang telah berhasil bersama stakeholder yang lain yaitu TNI dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan yang keempat pilar demokrasi yakni media yang kemudian bisa membangun kebersamaan dalam menjaga negara demokrasi," pungkasnya.