Debt collector yang nekat masuk ke gedung Dewan DPRD Jatim Surabaya, Rabu (11/7) siang,diamankan polisi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Nasib apes menimpa dua penagih kredit macet atau debt collector yang nekat masuk ke gedung Dewan DPRD Jatim Surabaya, Rabu (11/7) siang. Bagaimana tidak,kedua pria ini akhirnya diamankan polisi lantaran hendak menarik motor milik tamu salah satu staff pimpinan di DPRD Jatim.

Dua pria itu diketahui sebagai debt collector yang hendak menarik motor yang diduga menunggak kredit. Sekitar pukul 11.00 Wib, dua pria yang mengendarai motor Vario L 6719 JS itu tiba-tiba masuk ke dalam gedung Jatim yang dalam penjagaan ketat. Mereka membuntuti korban sejak di jalan Pahlawan. Bahkan korban sempat ditarik paksa di jalan dan beruntung ada salah seorang anggota TNI yang membantu korban. Hingga akhirnya korban masuk ke gedung dewan.

"Kami semua kaget dan sontak menghentikan laju motor yang dikendarai kedua pria itu," kata Rully Asmianto, Koordinator Keamanan DPRD Jatim di lokasi.

Setelah dibawa ke pos pengamanan, kedua pria tadi mengaku dari sebuah leasing yang akan menarik unit motor yang dikendarai dua wanita yang menjadi tamu DPRD Jatim.

"Karena ibu-ibu itu tamu kami dan dua pria tadi akan menarik kendaraan di wilayah pengamanan kami, kami lapor polisi," beber Rully.

Tak lama kemudian, dua polisi dari Polsek Bubutan akhirnya tiba di Gedung DPRD Jatim dan langsung membawa kedua pria tadi ke Mapolsek Bubutan untuk dimintai keterangan.

Semantara, Friska, warga Bogangin, Surabaya yang merupakan pemilik motor yang hendak ditarik oleh dua debt collector tadi, akhirnya keluar gedung DPRD Jatim setelah urusannya disana selesai. Friska bersama satu wanita yang diboncengnya itu akhirnya membawa pergi motor Beat L 5505 MI miliknya itu.

"Saya tadi mau ke DPRD Jatim karena ada urusan. Tapi saya dikuntit dari Tugu Pahlawan oleh mereka. Saat saya masuk ke gedung DPRD Jatim, ternyata mereka ikut masuk," aku Friska.

Dari keterangan Friska,motor tersebut memang menunggak selama enam bulan. Namun urusan iti pernah diselesaikannya melalui debt collector. Friska sendiri takut kejadian penarikan paksa itu menimpa dirinya karena pernah ditendang hingga masuk ke dalam parit.

"Dulu pernah juga ditendang sampai masuk parit, banyak orang dan mereka kabur. Ini dibuntuti lagi. Dulu sempat saya selesaikan tapi kok gak beres-beres," tandasnya.