Citra satelit komersial menunjukkan fasilitas perakitan rudal di Sanumdong, Korea Utara, pada 7 Juli 2018. Foto/Planet/James Martin Center for Nonproliferation Studies at the Middlebury Institute of International Studies

SURABAYAPAGI.com - Korea Utara tampaknya sedang mengembangkan rudal balistik baru, walau negara itu dilaporkan tengah menjalin hubungan yang baik dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Laporan terkini mengenai aktivitas Korut didapat selagi sejumlah satelit mata-mata memantau fasilitas Sanumdong dekat Pyongyang. Menurut beberapa pejabat AS kepada harian Washington Post, satu atau dua rudal balistik terlihat sedang dibuat di lokasi itu.

Fasilitas Sanumdong dikenal sebagai lokasi yang telah memproduksi gelombang pertama rudal-rudal balistik Korut yang mampu menjangkau AS. Seorang pejabat yang diwawancarai kantor berita Reuters mengatakan belum jelas seberapa jauh perkembangan proyek tersebut.

Bagaimanapun, menurut Reuters, citra satelit memperlihatkan sejumlah kendaraan hilir-mudik di tempat itu. Laporan bahwa Korut amat mungkin melanjutkan program senjata nuklirnya bukan yang pertama mengemuka setelah pertemuan antara Trump dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, di Singapura, Juni lalu.

Pada akhir Juni, media AS merilis laporan berdasarkan bocoran intelijen berisi indikasi bahwa Korut masih menggencarkan proyek di lokasi pengayaan nuklir.

Kemudian, pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengungkapkan kepada para senator bahwa pabrik-pabrik Korut "masih memproduksi material fisil" yang digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Padahal, pada pertemuan di Singapura, Trump dan Kim menyatakan bertekad bekerja menuju denuklirisasi. Bahkan, Trump menegaskan Korut "tak lagi menjadi ancaman nuklir".