Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Di tengah gencarnya upaya pemberantasan tindak pidana korupsi ada-ada saja orang lain yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Demi mengeruk keuntungan si oknum sampai nekat memakai nama Kepala Kejaksaan (kajari) Negeri Gresik untuk melakukan pemerasan atau penipuan kepada calon korbannya.

Cerita ini membuat sejumlah jurnalis terkejut karena yang menyampaikannya adalah Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika sendiri. "Saya sudah menerima laporan bahwa nama saya dicatut untuk meminta sejumlah uang kepada pejabat di Dinkes Gresik," ungkapnya, kemarin (8/8).

Laporan pemerasan, lanjut kajari, didengarnya usai anak buahnya melakukan penggeledahan di kantor dinkes Jl Wahidin Sudirohusodo Gresik pada Senin (6/8) lalu. Kajari enggan menyebut angka yang diminta pelaku pemerasan melalui telfon tersebut. Tapi konon jumlah uang yang diminta mencapai Rp 50 juta. Tujuannya untuk menutup perkara yang sedang ditangani kejaksaan.

Namun untung upaya pemerasan tersebut dapat ditangkal sebelum jatuh korban. Pasalnya, ungkap Kajari Pandoe, jauh-jauh hari dia sudah membuat surat edaran kepada sejumlah instansi di wilayah Gresik yang isinya agar tidak melayani permintaan bantuan termasuk uang yang mengatasnamakan dirinya maupun institusi yang dipimpinnya.

"Surat itu saya buat pada bulan puasa Ramadan lalu kepada sejumlah pimpinan instansi. Momennya waktu itu untuk mencegah permintaan maupun pemberian THR kepada saya atau kepada jaksa dan karyawan disini," ucapnya sembari tersenyum.

Untuk tindak pencegahan, upaya pemerasan yang mengatasnamakan kajari tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat untuk diusut sampai tuntas. did