IHSG pada akhir sesi perdagangan,tergelincir saat Bursa China melompat tinggi untuk memimpin penguatan bursa Asia.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sektor saham perdagangan semua tenggelam cukup dalam dipimpin pelemahan perkebunan sebesar 1,35% serta pertambangan anjlok 1,32%. Sedangkan kenaikan tertinggi dan menjadi satu-satunya dicetak sektor aneka industri 0,90%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi perdagangan, Kamis (9/8/2018) tergelincir untuk melanjutkan tren negatif. IHSG ditutup kehilangan 29.57 poin atau 0,49% menjadi 6.065,26.

IHSG pada sesi I jatuh 3,35 poin atau 0,05% ke posisi 6.091,48. Bursa saham Tanah Air dibuka tergelincir 0,17% setara 10,08 poin ke level 6.084,75 sedangkan kemarin IHSG terlihat menanjak lewat lonjakan 3,58 poin di posisi 6.094.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,92 triliun dengan 7,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp66,71 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,35 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp4,29 triliun. Tercatat sebesar 131 saham menguat, 264 melemah dan 126 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) menanjak naik Rp150 menjadi Rp3.700, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) melompat Rp150 ke posisi Rp2.400 dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) terdongkrak Rp110 menjadi Rp3.160.

Sedangkan saham-saham dengan pelemahan yakni PT BISI International Tbk. (BISI) turun Rp150 menjadi Rp1.410, PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) jatuh Rp90 menjadi Rp700 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyusut sebesar Rp70 ke level Rp4.100.

Pasar saham Asia sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi pada sesi sore perdagangan, Kamis dipimpin lompatan besar indeks China lebih dari 1%. Dilansir CNBC, tercatat komposit Shanghai meningkat 50,31 poin atau setara 1,83 menjadi 2.794,38 serta komposit Shenzhen mendapatkan tambahan 38,93 poin ke level 1.505,63.

Data ekonomi China yang diumumkan kemarin, menunjukkan ekspor Negeri Tirai Bambu -julukan China- pada periode Juli meningkat 12,2% untuk melampaui ekspektasi para analis yang memperkirakan tumbuh 10%. Data Juli, menjadi rilisan pertama sejak AS menerapkan tarif tinggi senilai USD34 miliar terhadap produk impor China.

Di Australia, indeks ASX 200 naik 29,2 poin atau 0,47% di posisi 6.297,7. Namun subindex energi bergerak di antara untung dan rugi sebelum akhirnya jatuh 0,27% untuk mengikuti tekanan pada harga minyak hingga mengalami penurunan.

Sementara Nikkei Jepang berbanding terbalik mengalami penyusutan sebesar 45,92 poin setara 0,2% ke level 22.598,39 dan indeks Topix melemah 4,55 poin atau 0,26% di posisi 1.740,16. Produsen utama automotif seperti saham Toyota turun 1,01% serta Nissan melemah 0,81% ditambah saham Honda lebih rendah 1,28%.

Selanjutnya saham Mazda Motor anjlok 1,3% diikuti kejatuhan Suzuki Motor mencapai 6,04% dan Yamaha Motor kehilangan 4,63%. Penurunan tersebut mengikuti laporan bahwa pembuat mobil melakukan pengujian bahan bakar dan emisi yang tidak benar pada kendaraan mereka, menurut kementerian transportasi Jepang.

Lonjakan terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan sebesar 2,26 poin atau 0,1% menjadi 2.303,71 dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,89%. jk