Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menunjukkan tersangka dan barang bukti.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pelaku spesialis pencopetan di dalam angkot berhasil ditangkap dua anggota Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (9/8) siang.

Pelaku ditangkap sesaat setelah melakukan aksinya. Pelaku yang diketahui bernama M Rofik (38) warga Surabaya ini beraksi bersama temannya yang kini masih DPO.

Dalam tiap aksinya, pelaku ini berpura-pura muntah di dalam angkot. Selanjutnya, setelah berhasil mengecoh calon korban, salah satu tersangka lain beraksi membuka tas milik korban dan mengambil handpone.

"Jadi saat itu korban membatu teman pelaku yang komplotan ini. Setelah itu, korban tidak sadar kalau handphonenya dicopet dalam angkot. Pelaku pertama turun. Sedang eksekutor ini tetap dalam angkot," beber Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Kamis (9/8) sore.

Pasca menolong salah satu pelaku, korban kemudian hendak menelepon temannya. Begitu dicari, handphone yang ada di dalam tasnya ternyata telah raib.

Sadar menjadi korban pencopetan, pria bernama Didik asal Bojonegoro itu kemudian meminta sopir angkutan kota jurusan Surabaya Osowilangon itu berhenti.

Saat berhenti, korban yang awalnya curiga terhadap sopir angkot terlibat cekcok hingga datanglah dua anggota Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang ada di pos Kalianak melihat situasi.

"Begitu ada anggota kami datang, tersangka ini kemudian berlari. Dikejarlah oleh anggota kami. Bahkan tersangka sempat hendak naik truk kontainer, tapi gagal. Selanjutnya hendak merampas motor milik warga. Disitulah anggota yang curiga langsung menabrak pelaku," imbuh Agus.

Setelah berhasil ditangkap, pelaku akhirnya mengaku jika dirinya telah mengambil handphone korban dan diselipkan diantara kursi kemudi sopir. Ia juga mengakui jika yang berpura-pura muntah tersebut adalah temannya.

Dalam setiap hari beraksi, pelaku berhasil mendapatkan empat buah handphone berbagai merk. Sasarannya adalah penumpang angkutan kota dengan modus yang sama.

"Baru dua bulan. Dapat empat perhari mas. Dijualnya ke pasar maling. Harga 700 ribu sampai satu juta. Hasilnya dibagi dan buat sehari- hari," akunya.

Kini polisi tengah berupaya untuk mengejar satu tersangka lain yang merupakan komplotan pelaku. Pelaku saat ini diserahkan ke Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak guna diproses lebih lanjut.