Ilustrasi Sumur

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sebuah sumur pompa milik warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengeluarkan gas yang diduga kuat merupakan jenis metan dan sangat mudah terbakar.

Sumur tersebut adalah milik Muhajir (52), warga Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Dari gas yang keluar tersebut bisa muncul api setelah sang pemilik sumur menyulut dengan korek.

Pemilik sumur Muhajir mengatakan munculnya gas alam tersebut bermula saat anaknya mendengar suara gemuruh dari dalam tanah. Saat dilihat, suara tersebut berasal dari sumur pompanya yang telah dibangun sejak tahun 1984 dengan kedalaman sekitar 12 meter.

"Saat anak saya di kamar, tiba-tiba mendengar suara gemuruh. Setelah dicek, ternyata suara itu dari gas yang keluar melalui pipa sumur," kata Muhajir, Kamis (9/8).

Ia menjelaskan, sumur yang mengeluarkan gas tersebut berada di belakang rumah. Dulunya, sumur berada di luar rumah. Setelah rumah direnovasi, letak sumur berada di dalam kamar yang saat ini digunakan untuk ruang ganti.

Muhajir menambahkan, kejadian yang dialaminya sekarang bukan yang pertama kali terjadi. Sekitar lima tahun lalu, sumur yang sama juga mengeluarkan gas yang jika disulut korek bisa mengeluarkan api. Iapun memanfaatkan kejadian tersebut sebagai bahan bakar memasak.

"Lumayan, waktu itu bisa menyala selama 50 hari, setelah itu mati. Ini tidak disangka muncul gas lagi. Sudah tiga hari ini menyala dan saya gunakan juga untuk memasak," katanya.

Fenomena alam tersebut mengundang perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Jawa Timur yang sebelumnya melakukan penelitian di sumur yang mengeluarkan semburan air di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Kepala Bidang Energi, Dinas ESDM Jawa Timur, Kukuh Sudjatmiko mengatakan semburan api yang muncul di sumur milik Muhajir dinilai tidak berbahaya selama pemiliknya mengelola dengan benar.

"Jika dilihat dari semburan itu, api berasal dari gas metan yang merembes ke dalam sumur milik Pak Muhajir lalu keluar melalui pipa," kata Kukuh.

Tekait banyaknya fenomena alam berupa semburan gas, air, dan api di wilayah Ngawi, Kukuh menilai hal tersebut adalah munculnya gas dangkal yang cukup berpotensi terjadi di wilayah Ngawi dan Bojonegoro.
Gas dangkal tersebut bukan gas bumi melainkan gas rawa yang gampang terbakar. Jika dikaitkan dengan potensi cadangan minyak bumi dan gas, maka diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam.

Sama seperti di sumur yang semburkan air, kini rumah Muhajir juga banyak didatangi tetangga yang penasaran dengan kejadian sumur yang mengeluarkan gas dan api.