Mobil Kamis Membaca (KaCa) UMM bersama mahasiswa pendamping dari Prodi Kesos mengedukasi anak-anak di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, belum lama ini (istimewa)

SURABAYAPAGI.com, Malang - Mobil Pintar Kamis Membaca (KaCa) Universitas MUhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya melakukan edukasi dan mengembangkan literasi bagisiswa-siswi SD hingga SMA di kawasan pinggiran Kota dan Kabupaten Malang.

Menurut Koordinator Mobil KaCa UMM, Ridlo Setyono, Senin, Mobil KaCa bukan hanya mendekatkan buku pada anak-anak, tetapi juga membawa berbagai program menarik yang dapat menambah wawasan bagi mereka. "Ada tiga program yang dijalankan pada setiap kunjungan alam rangka mengedukasi siswa-siswi SD hingga SMA, bahkan masyarakat di desa," ujarnya.

Wilayah yang dikunjungi Mobil KaCa pada akhir pekan lalu adalah Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Ada tiga program yang dinilai cocok dengan kondisi anak-anak di Desa Ngijo. Program tersebut adalah Ada Aku Jurnalis, yakni program pembelajaran jurnalistik tingkat awal bagi anak-anak.

Selain itu, lanjutnya, ada program English for Young Learner, yakni pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak dan program ayo dolanan yang mengajak anak-anak bermain ketangkasan melalui outbound.

Edukasi Mobil KaCa kali ini dilakukan bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM yang sedang mendampingi program pengembangan literasi di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.

Keberadaan Mobil KaCa itu menjadi oase bagi anak-anak Desa Ngijo. Bukan hanya mendekatkan buku pada anak-anak, Mobil KaCa juga membawa berbagai program menarik yang dapat menambah wawasan bagi mereka.

Menyinggung pemilihan Desa Ngijo sebagai bidikan edukasi Mobil KaCa, Ridlo mengaku ada salah satu warga desa yang menggagas komunitas Omah Sinau (Happy Vilage). Omah Sinau lahir karena minat belajar di desa ini terbilang rendah.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada gerakan khusus agar generasi selanjutnya tidak sama dengan generasi lama yang cenderung enggan memperdalam wawasan. Sebagian besar kebiasaan anak-anak di Desa Ngijo lebih menggandrungi permainan pada smartphone daripada membaca.

"Kondisi ini perlu diperbaiki dan kehadiran mobil KaCa UMM dapat menjadi solusi agar mereka lebih teredukasi. Mereka menjadi lebih tahu tentang pentingnya membaca melalui kelas jurnalistik. Mereka juga merasakan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif, meski sambil bermain," ucapnya.

Melihat semangat anak-anak menyambut kedatangan Mobil KaCa, Uci Uzila, salah seorang mahasiswa Kesos UMM yang turut terjun dalam program ini mengaku semakin bersemangat untuk terus memperluas gema cinta literasi di masyarakat.

"Konsep mobil kaca ini memahamkan kami bahwa belajar tidak terpaku dengan ruang saja, namun bisa di tempat terbuka dengan kelas sederhana. Ini membuat kami yakin bahwa untuk memperluas wawasan masyarakat dapat dilakukan dengan mudah dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu," pungkasnya.

Sebelumnya Mobil KaCa UMM juga telah melakukan edukasi bagi siswa-siswi SD hingga SMA di berbagai lokasi, termasuk program menghilangkan trauma siswa-siswi kelas IV dan V SD di Kecamatan Ngantang yang menjadi korban letusan Gunung Kelud beberapa tahun lalu. ant