Koordinator Konunitas Pakde Karwo Martono dan Ketua TKD Jatim Machfud Arifin serta Imam Utomo saat deklarasi dan peresmian Rumah Jokowi-Karwo yang disingkat Rumah Jo-wo di Jalan Jalan Jawa No 20 Surabaya, Minggu (7/10/2018)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) semakin menunjukkan keseriusan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Ini dibuktikan dengan berdirinya komunitas JoWo singkatan dari Jokowi-Ma’ruf-Pakde Karwo.

“Setelah koordinasi dan atas instruksi langsung dari Pakde Karwo, kami sepakat memberikan suara kepada Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019,” ujar Martono, koordinator Komunitas Pakde Karwo saat peresmian Roemah JoWo, di Jalan Jawa No 20 Surabaya, Minggu Pagi (7/10/2018).

Selain Martono, dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Imam Utomo selaku Ketua Dewan Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Jatim bersama Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Ketua TKD Jatim.

Ditambahkan Martono, keputusan Pakde Karwo bersama seluruh komunitasnya mendukung Jokowi-Ma’ruf diawali dengan pertemuan satu bulan lalu. Dihadiri oleh koordinator pendukung Pakde Karwo dari 38 kab/Kota di Jatim yang selama ini berjuang bareng sejak Pilgub 2008. “Saya pastikan semua pendukung Pakde Karwo di Jatim suaranya sama,” tandas sahabat dekat Pakde Karwo yang selama ini jadi lokomotif pemenangan sejak Pilgub 2008 itu.

Terkait dengan posisi Pakde Karwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dimana Partai Demokrat salah satu pengusung Prabowo-Sandi, Martono mengaku tidak bisa masuk di internal parpol. Karena dukungan dari Pakde Karwo dan seluruh komunitasnya ini adalah sikap pribadi atas masukan dari grass root. Pada saatnya Pakde akan mengawal sendiri komunitas ini. “Pakde Karwo sekarang kan masih menjabat Gubernur Jatim sampai Februari 2019, setelah itu Komunitas JoWo ini pasti akan diambil alih beliau langsung,” yakin Martono.

Kelompok Emak-emak

Dijelaskan Martono, Komunitas Pakde karwo mayoritas juga berasal dari kelompok ibu-ibu. Itu tampak dari pendukung yang hadir di Rumah JoWo mayoritas kalangan Ibu-Ibu. “Ini baru kegiatan awal, nanti kita teruskan kegiatan yang lain. Posko ini buka 24 jam,” ujar Martono.

Selain itu, komunitas Pakde Karwo ini tidak hanya di Surabaya. Kemarin (7/10/2018) serentak kegiatan serupa dilakukan di Nganjuk, Magetan dan Gresik. Daerah lainnya menyusul minggu depan dan seterusnya. “Pendukung pakde karwo ini digerakkan kembali karena forum ini milik masyarakat dan milik publik. Apalagi Hasil komunikasikan ke pakde Karwo. Seluruh pendukung Pakde Karwo untuk Pilpres diarahkan dan digerakkan untuk memilih pak Jokowi,” imbuhnya.

Diapresiasi Tim Jokowi

Sementara itu mantan Gubernur Jatim Imam Utomo menyatakan apresiasnya terhadap sikap Soekarwo yang mendukung Jokowi di pilpres 2019. “JoWo itu Jokowi Karwo, bagus ini, saya bersyukur ada komunitas ini, dan sekretariatnya bisa digunakan,” kata Imam Utomo.

Ia pun akan ikut all out memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jatim. Namun Imam Utomo memberikan pesan, jangan menang dengan curang. “Lakukan pemenangan ini sebaik-baiknya, dengan sesungguhnya sesuai dengan undang-undang pemilu. Pesan saya menaati aturan yang berlaku,” paparnya sambil berulang kali teriakan “sukses nomer satu”

Di tempat sama, Ketua TKD Jatim Machfud Arifin mengatakan sangat surprise dengan kekuatan dari komunitas Pakde Karwo. Dengan diberikannya dukungan kepada paslon nomer 01, maka sangat membantu TKD untuk meraih target 75% kemenangan. “Alhamdulillah, Pakde Karwo mendukung, Bu Khofifah mendukung dan mayoritas kepala daerah di Jatim juga satu suara untuk Pak Jokowi-Kyai Makruf Amin, insya Allah target kita bakal tercapai,” ujar Machfud Arifin.

Dukungan yang mengalir ini dipastikan karena kinerja Pak Jokowi selama jadi presiden sejak 2014 lalu menunjukkan prestasi dan wujud nyata. Di bidang infrastruktur misalnya, Ini adalah berkat pembangunan di era pak jokowi. “Sekarang Surabaya ke ngawi, Surabaya ke banyuwangi dan Surabaya ke malang semua connect jalan tol. Sekarang sebagian sudah bisa digunakan, dan 2019 sudah selesai semua,” paparnya.

Machfud juga tidak tutup mata dengan segala gerakan yang dilakukan paslon no 02. Namun karena ia yakin, dengan kejadian pembohongan yang dilakukan salah satu tim suksesnya, hal itu akan membuat Jokowi-Makruf semakin unggul. “Kita tahu sebelah itu sudah ingin menang. Ibu-ibu yang biasa ke salon, yang narik-narik pipinya sampai lebam. Tapi bilangnya dipukuli. Ini kan tidak benar,” tegasnya. “Kita tidak boleh begitu, kita tidak boleh melakukan pelanggaran hukum,” jelas Machfud.

Namun meskib Para bupati walikota semuanya di posisi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Lalu bu gubernurnya juga di posisi pak Jokowi tapi bukan berarti kerja TKD selesai. ”Kita terus bergerak seperti biasa, tidak boleh lengah.

"Kita harus tetap berupaya untuk memenangkan pak Jokowi,” pungkasnya. n rko