Bayi berusia sebelas bulan yang dijual oleh ibunya melalui perantara akun instagram itu tengah dirawat di Mapolrestabes Surabaya. FOTO : SP/FIRMAN.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca diungkap unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, kini bayi berusia sebelas bulan yang dijual oleh ibunya melalui perantara akun instagram itu tengah dirawat di Mapolrestabes Surabaya.

Bayi tersebut diamankan dan dirawat setelah polisi menangkap sang ibu Lariza Anggraini (22) warga yang kos Bulak Rukem Timur Gang 1-A, No. 31, Surabaya bersama Alton Phinandhita Prianto (29) warga Jalan Sawunggaling I Kavlingan No D-15, Jemundo, Sidoarjo, Ni Ketut Sukawati (66) pensiunan bidan asal Lambing Simbang Kaja, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Bali yang berperan sebagai perantara serta Ni Nyoman Sirat (44) warga Sangging Sibang Kaja, Kab. Badung, Bali yang membeli bayi Lariza.

Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Rudi Setiawan menuturkan,bayi laki-laki tersebut tengah dalam perawatan dan pendampingan khusus di Mapolrestabes Surabaya. Kondisinya, stabil dan sehat.

"Alhamdulillah kondisinya dalam keadaan sehat, ceria, doyan susu formula meski sebelumnya sempat dirawat oleh pembelinya. Balita itu dalam perawatan anggota kami," beber Rudi, Rabu (10/10).

Dari pengakuannya,Lariza menyebut jika bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan suami sirinya. Ia juga telah dikaruniai tiga anak. Anak yang pertama hingga ketiga belum juga mendapat akta kelahiran sebagaimana anak-anak umumnya.

"Saya tidak berniat menjual tapi mengadopsikan anak saya. Sebenarnya sejak lahir, tapi saya baru kenal mas Alton setelah sebelas bulan anak saya ini lahir," akunya.

Lebih lanjut, Lariza menyebut jika bayi laki-lakinya itu akan diadopsikan kepada seseorang di Bali dengan biaya adopsi sebesar 20 juta. Namun kenyataannya,ia hanya mendapat bagian lima belas juta rupiah.

"Saya sudah tidak punya uang lagi. Gaji suami saya tidak cukup dan ada utang juga bayar arisan online," lanjutnya

Sehari-hari, Lariza yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) paruh waktu itupun tak sempat merawat anak-anaknya. Bahkan sebelum dijual, bayi laki-laki dan dua kakaknya itu dirawat oleh tante Lariza.

"Waktu saya kasih adop saya ambil dari tante saya. Saya ngakunya ajak jalan-jalan biar tidak curiga," tandas Lariza. fir



FOTO : SP/FIRMAN