Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat menggendong bayi korban perdagangan anak di media social. FOTO : SP/FIRMAN.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berhasilnya unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap perdagangan bayi melalui akun media sosial diapresiasi oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan. Bahkan,orang nomor satu di Kepolisian Jawa Timur tersebut menyempatkan diri menengok bayi sebelas bulan berinisial AK di mapolrestabes Surabaya, Selasa (11/10) sore. Dalam kesempatan itu, Luki menyanjung upaya Satreskrim Polrestabes Surabaya yang berhasil membongkar praktik adopsi ilegal tersebut.

"Saya berterimakasih atas kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya,berhasil membongkar aktifitas perdagangan bayi secara ilegal melalui akun instagram," sanjung Luki, Kamis (11/10) sore.

Lebih lanjut,Luki menyebut jika aktifitas pemilik akun instagram Lembaga Kesejahteraan Keluarga (LKK) yang dimiliki oleh Alton Phinandita Priyanto (27) asal Sawunggaling I Kavling jemundo Sidoarjo tersebut awalnya menjaring calon penjual maupun pembeli dengan kedok konsultasi persoalan rumah tangga, kandungan,kelahrian dan sebagainya.

Selain menggunakan akun instagram, aktifitas perdagangan bayi yang diinisiasi Alton yang sudah kali kedua itu juga memanfaatkan whatssapp group dengan nama ’Timun Mas’. Grup tersebut berisi puluhan ibu hamil yang diduga sudah siap mengadopsikan anaknya secara ilegal.

"Sebelumnya yang bersangkutan mengaku jika pernah membantu adopsi dibawah tangan di wilayah Malang dan Semarang,. Dalam kontak whatsappnya juga dinamai oleh APP dengan kode B-1 hingga B- seterusnya. Artinya urutan pasien yang sudah pernah konsultasi," lanjut Luki.

Sementara itu, barang bukti 2 buah handpone merk Sony Ericson dan Hp Samsung J2 Prime warna hitam yang digunakan untuk akun instagram milik Alton, sekarang masih diperiksa secara laboratoris ke labfor Mabes Polri cabang Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas sosial dan memberikan pendampingan khusus kepada AK,korban perdagangan bayi tersebut.

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas sosial dan memonitor terus perkembangan si anak ya. Dia sehat alhamdulillah doyan makan dan susu formula juga," singkat Rudi. fir