Bantu Mahasiswa Korban Gempa Palu, Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih membebaskan seluruh biaya kuliah sepuluh mahasiswa Tadulako, Palu saat jumpa pers yang dilaksanakan di Kampus C Unair (10/31). Foto : Sp/Arlana.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, diterima rektor Universitas Airlangga. Kesepuluh mahasiswa itu adalah korban terdampak bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala, 28 September lalu.

"Sepuluh mahasiswa tersebut telah satu minggu ini menjalani sit in di UNAIR. Mereka berasal dari prodi S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan S1 Akuakultur," kata Prof. Nasih Rektor Universitas Airlangga Surabaya.

Sepuluh mahasiswa Universitas Tadulako sudah berada di Surabaya. Semuanya sudah mengikuti perkuliahan, berjalan lancar, tempat tinggal rata-rata ada semua. Secara keseluruhan tidak ada kendala teknis.

"Semua mahasiswa yang berniat ke UNAIR kita terima dengan baik. Mereka sudah sit in dengan baik. Kita berharap program sit in ini tuntas dan sempurna sampai dengan akhir semester. Sehingga, record akademik mahasiswa bersangkutan bisa kita sampaikan pada Untad," imbuhnya

Jika mahasiswa yang bersangkutan ingin kuliah di UNAIR dengan sistem transfer kredit, ada mekanisme terkait hal itu. Sepanjang Untad membolehkan untuk transfer kredit di UNAIR, akan kita fasilitasi. Namun untuk dimulai semester ini tidak bisa karena perkuliahan sudah berjalan tengah semester. Semester depan bisa dimulai untuk transfer kredit.

Terkait biaya perkuliahan sit in di UNAIR, semua gratis. Kalau ada kendala tempat tinggal akan dibantu.

"Terkait bantuan pembiayaan sebesar 1 juta dari Dikti untuk korban terdampak bencana Palu-Donggala, hal itu ada mekanisme tertentu. Mereka (mahasiswa, Red) yang menjadi miskin mendadak ada mekanisme dari Dikti. Sepanjang persyaratan terpenuhi, Dikti akan membantu," pungkasnya.

Sarowana Marcel adalah salah satu dari sepuluh mahasiswa Untad yang sudah satu minggu menjalani sit in di UNAIR. Di Untad, mahasiswa asli Palu ini mengambil prodi S1 Ilmu Hukum. yaq