Ilustrasi Masuk Rumah

SURABAYAPAGI.com - Setan adalah musuh nyata bagi manusia. Keberadaannya ada dimana-mana, termasuk juga rumah kita yang tidak luput dari incarannya. Setan menggoda para penghuni rumah hingga akhirnya mengikuti bujuk rayunya.

Alhasil, banyak permasalahan yang muncul dan berawal dari rumah. Tidak heran jika banyak keluarga yang di dalam rumahnya dipenuhi dengan amarah. Kemarahan berkepanjangan dapat menyebabkan penghuninya satu sama lain saling tidak betah.

Berdoa saat akan masuk rumah menjadi salah satu upaya untuk menangkalnya. Sayangnya manusia sering terburu-buru saat akan masuk rumah. Padahal, doa ini akan membuat setan takut dan tidak mampu masuk dan menggoda manusia. Seperti apa doanya?

Pada saat seseorang membaca doa pada saat masuk rumah, maka pada hari itu setan tidak akan mampu membuka pintu rumah atau bermalam. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018).

Lantas, seperti apa doa masuk rumah yang seharunya diucapkan ketika penghuni akan masuk? Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya,

“Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” (HR. Tirmidzi no. 2698. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Namun Syaikh Al Albani merujuk pendapatnya dan menshahihkan hadits ini dalam Shohih Al Kalim 47).

Hal ini juga dijelaskan dalam Alquran yakni Q.S An-Nur 61 yang artinya:

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).

Sangat jelas dari keterangan ayat di atas bahwa cukup dengan mengucapkan salam yakni “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh” (semoga keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan tercurah kepada engkau), lalu dijawab dengan “wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh” (Dan kamu juga).