Kapolda Jawa timur Irjen pol. Luki Hermawan, Gubernur Jawa timur Soekarwo, Pangdam v Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman saat di rumah dinas Kapolda.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perdamaian dan saling memahami adalah kunci untuk kebaikan yang lebih besar. Sikap itulah yang ditunjukkan oleh semua pihak, termasuk 78 pimpinan elemen dan ormas Islam se Jawa Timur.

Pemahaman ini lah yang kemudian membuat rencana aksi 211 di Surabaya urung digelar. Kesepakatan ini tercapai setelah digelar acara Tabayyun dalam Cangkrukan di Kediaman Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pada Kamis (1/11) malam lalu.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, dan segenap pimpina ormas Islam yang ada di Jawa Timur. Pertemuan kemarin berlangsung akrab.

Semua pihak datang dengan membekal visi yang sama: kondusivitas suasana di Jatim yang utama. Semuanya dibahas dengan jernih, kenapa aksi 211 di Surabaya sebaiknya diurungkan. Bukan dipaksakan menjadi harga mati yang harus dilaksanakan.

Apalagi, telah dijelaskan pula, apa yang menjadi aspirasi peserta aksi sebenarnya sudah tercapai. Sudah ada proses hukum pula.

Selain itu, aksi massa besar dalam situasi seperti ini juga rentan disusupi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, yang bertujuan untuk membuat kekacauan. Juga berpotensi terjadinya gesekan horizontal dengan ormas lain. Sesuatu yang harus dijaga betul.

Artinya, semua pihak memahami aspirasi para penggagas aksi 211. Di sisi lain, para penggagas aksi juga mengerti mengenai potensi-potensi yang mungkin timbul jika terus dilaksanakan.

Jadi, aksi tersebut tidak jadi dilaksanakan adalah untuk kebaikan yang lebih besar. Tidak ada menang-kalah dalam kesepakatan itu. Warga Jatim lah yang menang.

Yang melegakan, semua sepakat bahwa Jatim harus dijaga dari kemungkinan ketegangan politik yang tak perlu. Jatim harus tetap kondusif. Jatim harus tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua pihak. Jatim harus menjadi tempat warganya merasa damai, tak peduli apa pun aspirasi politiknya.

Pengertian inilah yang membuat Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan merasa sangat terbantu. Dan karenanya mengucapkan terima kasih kepada semua pimpinan ormas agama dan para ulama, Gubernur Jatim Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, MUI, NU, Muhammadiyah, Sekjen GUIB dan 78 ormas Islam, dan semua warga Jatim. nt