Subianto. Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keputusan pemerintah untuk melakukan impor 100 ribu ton jagung ke Indonesia mengundang perhatian DPRD Jatim, khususnya Komisi B DPRD yang membidangi perekonomian.

Menurut anggota komisi B DPRD Jatim Subianto mengatakan, keputusan pemerintah untuk melakukan import jagung tentunya akan memperburuk keadaan dan akan berdampak kesejahteraan petani. “Pemerintah harus menjelaskan alasan untuk import jagung. Kalaupun terpaksa import kami berharap jangan masuk ke Jatim karena akan mengancam jagung lokal dan tentunya akan mengancam kesejahteraan petani di Jatim,” ungkap politisi asal Partai Demokrat di Surabaya, Selasa (6/11).

Pria asal Kediri ini juga menyebutkan, saat ini dibeberapa daerah sedang mulai panen, sehingga pihaknya berharap untuk tidak lagi melakukan import lagi. ”Kalaupun harus import harus ada penyesuaian kebutuhan jagung antara Mentan dengan Mendag. Jangan asal-asalan melakukan import khususnya untuk dimasukkan ke Jatim. Sangat mengancam kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution mengatakan soal impor jagung sebanyak 100 ribu ton murni usulan Mentan (Menteri Pertanian) Amran Sulaiman. “Menteri Pertanian mengusulkan kita impor,” kata Darmin di Jakarta, Sabtu, 3 November 2018 lalu.

Alasan dilakukannya impor, kata dia, karena terjadi kelangkaan jagung dalam negeri sehingga membuat harga jagung untuk pakan ternak menjadi mahal. “Ya, jadi jagung itu harganya kan naik, padahal itu diperlukan,” tutupnya. Sb