Kenny G tampil dalam konser di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

SURABAYAPAGI.com - Sukses melangsungkan konser bertajuk One Night Only Kenny G pada Selasa malam, 6 November 2018, di Hall Kasablanka, Mall Casablanca, Jakarta Selatan, Kenny G, saksofonis asal Amerika itu berhasil membuat satu ruangan Hall bertepuk tangan dengan riuh.

Menyajikan konser dengan durasi dua jam, Kenny mampu mengajak para penonton yang didominasi generasi 70 sampai 90-an itu bernostalgia, dan menikmati karyanya yang dikenal menenangkan tersebut. Bahkan, di sela-sela konsernya, ia sempat mengucapkan rasa terima kasih menggunakan bahasa Indonesia.

"Thank you very much, selamat datang, terima kasih. Maaf bahasa Indonesia saya tidak bagus. Tapi saya coba. Saya sudah sering datang ke Jakarta. Saya sempat senang sekali menghibur di sini. Terima kasih atas kedatangannya," ujar Kenny sambil terbata-bata.

Meski begitu, penonton tetap bersorak melihat usaha Kenny menggunakan bahasa Indonesia. Menyanyikan 14 lagu sekaligus, seperti Home, Silhoutte, Havana, Forever in Love, Desafinado, Pieces, Going Home, Jasmine Flower, Moon, The Moment, Heart and Soul, Cadenza, Songbird, dan My Heart Will Go On, Kenny telah menutup konser dengan sempurna karena membawakan lagu soundtrack film Titanic tersebut.

Menurut Kenny, saat melakukan wawancara beberapa hari lalu, alasan ia terus menggelar konser di Indonesia karena ingin menjaga koneksi dengan seluruh penggemarnya yang berada di Indonesia.

"Saya ingin menjaga koneksi dengan orang-orang yang menyukai musik saya. Bagi saya ini penting untuk membuat konser lagi di Indonesia agar hubungan dengan pencinta musik saya semakin kuat. Saya sudah sangat lama menunggu kesempatan ini. Terakhir kali saya ke Indonesia 2015 waktu Prambanan Music Festival," ujarnya.

Sempat menjanjikan untuk tampil berbeda dari sebelumnya, Kenny G memang menepati janjinya ketika tampil pada malam tadi. Menurutnya, ia selalu menampilkan sesuatu yang berbeda saat melangsungkan konser di berbagai negara.

"Dalam bermusik kita selalu berkembang ke arah yang lebih baik. Kita bermain lagu yang berbeda setiap harinya, bagi saya setiap pertunjukan adalah spesial walaupun lagu-lagu yang dibawakan sama. Tapi dalam konser-konser saya uniknya lagu yang dibawakan berbeda di setiap negara," kata dia.

"Tergantung apa yang populer di negara itu. Saya lebih suka membawakan lagu yang familiar dan dikenal pendengarnya. Misal, kami tidak memainkan Going Home di Amerika, itu adalah lagu yang familiar di Asia," lanjut Kenny.