Langit senja

SURABAYAPAGI.com - Lapisan ozon sedikit demi sedikit akan sembuh dari kerusakan. Tipisnya lapisan tersebut sudah terjadi sejak 1970-an, namun ilmuwan mengungkapkan ada kabar baiknya.

Dilansir dari laman inews.co.uk, Rabu 7 November 2018, menurut laporan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), ozon di belahan Bumi utara akan benar-benar sembuh pada 2060. Namun, dengan catatan pada 2030, dilakukan perbaikan.

"Ini benar-benar kabar baik. Jika zat perusak ozon terus meningkat, kami akan melihat efek besarnya. Kami menghentikannya," kata peneliti ilmu Bumi di Goddard Space Flight Centre Badan Antariksa Amerika Serikat, Paul Newman.

Sebenarnya, untuk masalah lubang ozon ini, negara di seluruh dunia telah membuat Montreal Protocol. Perjanjian yang dibuat pada 1987 ini memaksa negara dunia mengakhiri kloroflorokarbon (CFC) yang diproduksi manusia. CFC ini meningkatkan kadar penipisan ozon dan akhirnya menimbulkan kemerosotan berangsur-angsur dalam tingkat ozon global.

CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, dalam kulkas, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan busa, dan bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik.

Namun demikian, lapisan ozon terus mengalami kondisi yang buruk. Pada 1990-an, 10 persen dari lapisan sudah habis, sedangkan sejak 2000, menipisnya lapisan ozon makin meningkat 1 hingga 3 persen.

Tahun ini, tercatat lubang ozon di Kutub Selatan mencapai 9,6 juta mil persegi atau 24,8 juta kilometer persegi. Angka ini jauh mengecil sekitar 16 persen dari 2006 yaitu 11,4 juta mil persegi atau 29,5 juta kilometer persegi.

Newman mengajak untuk menjalankan langkah pengurangan kerusakan di lapisan ozon. Dia mengatakan, negara dunia untuk mengganti bahan kimia yang ada pada pendingin mobil dan kulkas dengan yang ramah lingkungan.

"Saya pikir kita bisa melakukan lompatan kemenangan hingga 2060. Itu akan menjadi tugas cucu kita," kata dia.

Newman mengatakan, jika tidak ada yang dilakukan, dua pertiga dari lapisan ozon akan hancur pada 2065.