Bill Gates Serukan agar Warga Dunia Waspada Penyakit Pandemi (Paolo Bona/Shutterstock)

SURABAYAPAGI.com - Pendiri MicrosoftBill Gates menganggap serius dampak toilet terhadap kehidupan manusia dan dampak ekonomi. Ratusan juta dolar pun telah ia sumbangkan demi terciptanya revolusi toilet yang bisa membantu menghemat dana USD 233 miliar per tahun atau setara Rp 3.452 triliun (USD 1 = 14.817).

Yayasan yang ia kelola bersama istrinya, Melinda, telah menyumbang USD 200 juta (Rp 2,9 triliun) untuk penelitian sanitasi. Hasilnya, beragam teknologi sanitas mutakhir dipamerkan oleh Bill Gates di Reinvented Toilet Expo di Beijing, China, Selasa 6 November 2018.

Berbicara kepada para hadirin sambil memegang gelas beker berisi ekskresi manusia, Gates mengaku tertarik dengan dunia sanitasi sejak hampir satu dekade lalu dan berkelana ke negara-negara miskin bersama sang istri.

"Saya mengunjungi masyarakat-masyarakat di mana anak-anak bermain di jalanan yang dipenuhi kotoran manusia, lubang jamban (pit latrine) dikuras dengan tangan, di mana bau busuk toilet umum sangatlah buruk sampai orang-orang tidak mau menggunakannya, dan di mana keluarga minum air yang terkontaminasi kotoran manusia," ujarpria yang pernah menjadi orang terkaya di dunia ini, Rabu (7/11).

Besarnya dana untuk menanggulangi dana akibat sistem sanitasi diperkirakan Bill Gates mencapai USD 223 miliar per tahun yang berasal dari biaya kesehatan dan hilanganya upah produksi. Ia pun mengajak para ilmuwan dan insinyur untuk berinovasi besar-besaran di dunia sanitasi.

Salah satu solusi yang muncul adalah Omni-Processor yang bisa menyerap kotoran manusia di tempat seperti lubang jamban dan septic tank untuk membunuh patogen berbahaya, dan mengkonversi material yang tersisa menjadi produk bernilai, seperti air bersih, listrik, dan pupuk.

Pria 63 tahun itu juga memamerkan Reinvented Toilet, yaitu jenis-jenis toilet yang memakai teknologi mutakhir untuk menguraikan kotoran manusia dan membunuh bakteri.

Dengan adanya inovasi toilet ini, Bill Gates mengestimasi terciptanya peluang bisnis global dengan nilai USD 6 miliar (Rp 88,9 triliun) pada 2030. Angka itu belum termasuk dari Omni-Processor. Gates juga mengajak pihak pemerintah untuk turut terlibat.

"Juga penting bagi pemerintahan nasional dan lokal untuk membuat lingkungan dengan kebijakan dan regulasi yang mendorong model layanan sanitasi inovatif, termasuk bersama sektor swasta," ucap Gates.

Sejumlah perusahaan sudah diajak berkolaborasi dan memesan produk Reinvented Toilets. Gates percaya harga inovasi toilet ini akan semakin terjangkau dan mudah ditemui di rumah-rumah.

"Teknologi-teknologi yang Anda lihat di sini adalah peningkatan paling signifikan di sektor inovasi dalam hampir 200 tahun. Hal ini tak akan mungkin tanpa tim insinyur, ilmuwan, perusahaan, dan universitas luar buasa yang berkomitmen untuk menciptakan ulang (reinventing) sistem sanitasi urban," ujar Gates.

Sejumlah perusahaan seperti Clear, Eco-San, SCG Chemicals, dan Eram Scientific Solutions telah mengumumkan produksi reinvented toilet milik mereka. Sementara, CRRC, Sedron Technologies, Ankur Scientific, dan Tide Technocrats berfokus pada Omni-Processor.

Gates menekankan, ia menyambut langkah beragam organisasi dunia untuk mempercepat perbaikkan sistem sanitasi. UNICEF, French Development Agency, Bank Dunia, Asian Development Bank, dan African Development Bank, sudah berkomitmen untuk meningkatkan proyek sanitasi.

Ke depan, Gates sudah memberi USD 200 juta (Rp 2,9 triliun) untuk melanjutkan penelitian dan pengembangan sistem sanitasi ini agar membantu menurunkan harga dan membantu pertumbuhan pasar di daerah-daerah yang butuh solusi sanitasi.