Dua pelaku kejahatan di giring keluar untuk pers rilis di Halaman Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Keduanya terjerat kasus kriminalitas narkoba dan penggelapan kendaraan bermotor roda 4. Foto: SP/JULIAN

SURABAYAPAGI.com, Tanjung Perak - Tim gabungan kepolisian dari satuan lalu lintas, satuan reserse kriminal dan satuan reserse narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengungkap belasan mobil yang diduga dari hasil penggelapan selama kurun waktu dua minggu.

Uniknya, dari salah satu mobil bermasalah tersebut, polisi menemukan dua orang penyalahguna narkotika jenis sabu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto menuturkan jika pengungkapan itu diawali dari penindakan selama operasi Zebra oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Polisi melakukan pemantauan terhadap mobil-mobil yang diduga memiliki nopol palsu. Penindakan tersebut dilakukan sejak tanggal 30 Oktober hingga 5 November.

"Jadi ini bermula dari penindakan saat Operasi Zebra oleh Satlantas kami. Kami lakukan pemeriksaan ratusan mobil, hasilnya ada sekitar 15 mobil yang terindikasi penggelapan, kredit macet, fidusia dan tipu gelap. Selanjutnya dari sekian mobil kami temukan satu mobil dengan dua pengendara yang kedapatan membawa 37 poket sabu," beber Agus, Rabu (7/11) sore.

Mendapati hal tersebut, Satlantas kemudian berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dua orang ditangkap. Keduanya bernama Mat Soleh (48) warga Pesapen Surabaya dan Harianto (31) warga Rabesan Madura.

Selain kedapatan membawa 37 poket sabu seberat 70,1 gram, ternyata kedua tersangka itu juga sedang mengendarai mobil Honda Mobilio bernopol N 1267 N yang masih dalam jaminan fidusia dan belum pernah dibayarkan cicilannya.

"Iya saat ini ada dua kasus yang tengah dijeratkan kepada dua tersangka itu, yakni pelanggaran terhadap undang-undang fidusia,kemudian pasal 263 KUHP dan pasal 480 KUHP, serta kepemilikan narkotika jenis sabu," tambah Agus.

Peran kedua tersangka berbeda. Mat Soleh sebagai bandar dan Hariyanto sebagai kurir yang membawa barang haram itu dari Madura.

Saat ini, polisi tengah gencar menindak kendaraan yang dicurigai sebagai hasil kejahatan dalam operasi Zebra 2018. Hal itu dapat dilihat dalam satu minggu pelaksanaannya, sudah ada enam ribu pelanggar yang ditilang di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Fir/jul



Foto: SP/JULIAN