Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi didampingi Cosmas Batubara, President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia saat meninjau lokasi fasilitas Biomassa PT MBI. Foto SMG/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi meresmikan Fasilitas Biomassa pertama di Industri Consumer Goods PT Multi Bintang Indonesia tbk di Desa Sampangagung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (8/11) siang.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasadi dalam sambutannya mengucap terima kasih kepada PT MBI karena nama Desa Sampangagung Mojokerto di tenarkan ke dunia. Pasalnya, penjualan PT MBI sudah menembus empat benua.

"Semoga terkenalnya Desa Sampangagung membawa multi efek yang positif bagi Kabupaten Mojokerto. Baik dari sisi peningkatan investasi maupun perekonomian daerah," terang Wabup.

Selain itu, Wabup juga mengapresiasi terobosan PT MBI meresmikan Fasilitas Biomassa Pertama di Industri Consumer Goods.

"Peresmian fasilitas biomassa di brewery Sampangagung merupakan bukti bahwa Multi ??ntang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," ungkapnya.

Sementara itu, Cosmas Batubara, President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia mengatakan dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia yang sedang mentransformasi industri nasional menjadi industri hijau, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangagung, Mojokerto, Jawa Timur.

Fasilitas biomassa ini akan menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan berali h ke EBT maka emisu CO2 dari operasional brewery Sampangagung berkurang hingga 90 persen atau setara dengan 5.000 ton CO2.

"Sebagai salah satu perusahaan minuman terkemuka di Indonesia, kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Perasmian fasilitas biomassa di brewery Sampangagung merupakan bukti bahwa selain bertanggung jawab menghasilken produk-preduk minuman berkualitas, Multi ??ntang juga bertanggung jawab tehadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," kata Cosmas Batubara saat peresmian fasilitas Biomassa, di brewery Multi Bintang Sampangagung.

Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi, perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini berasal dari gas alam (energi fosil) dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lainnya.

EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80 persen limbah industri pertanian (Imbah sekam padi) dan juga 20 persen limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).

"Peresmian fasilitas biomassa ini, merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan (sustainability) perusahaan yaitu penggunaan 100 persen energi panas hasil dari EBT di tahun 2023 untuk semua proses operasional kami", ujar Chew Boon Hee, Supply Chain Director PT Muilti Bintang Indonesia Tbk.

Hal ini tentunya sejalan dengan amanat UU Perindustrian 3/2014 mengenai transformasi menyeluruh industri nasional menjadi industri hijau.

UU tersebut mengamanatkan pelaku usaha untuk efisien dalam penggunaan bahan baku, energi dan air. Dengan proses produksi yang efisien pastinya akan meningkatkan keunggulan daya saing produk di pasaran. dw