Rumah UMKM Surabaya yang ada di Terminal Purabaya Surabaya, Selasa (6/11).


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puluhan produk UMKM dan karya kreatif hand made buatan warga Surabaya tertata rapi di RUKMAYA (Rumah kreatif masyarakat Surabaya) di Terminal Purabaya Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

Stan dengan dinding kaca itu terlihat bagus. Namun di terminal yang setiap hari disinggahi puluhan ribu penumpang itu, hanya ada segelintir yang singgah ke RUKMAYA.

"Tidak mesti. Kadang tidak ada pengunjung juga. Rata-rata mungkin ada lima pengunjung setiap hari," kata salah satu petugas jaga RUKMAYA saat ditemui surya, Rabu (7/11).

Sepanjang siang tadi nyaris tidak ada pengunjung di RUKMAYA.

Padahal setiap hari di terminal yang dikelola Dishub Kota Surabaya itu ada puluhan ribu penumpang yang keluar masuk terminal besar ini. Namun, hanya sedikit sekali yang sudi mampir ke rumah tempat menjual aneka sovenir, tas, dan produk-produk UKM Kota Surabaya itu.

Padahal ada ratusan karya produk UKM yang memiliki kuwalitas terjaga.

"Tempatnya memang tidak diakses penumpang sehingga saya saja tidak tahu kalau ada stan khusus menjual suvenir karya UKM ini," ujar Muhlisin, salah satu penumpang.Keberadaan RUKMAYA memang tidak berada di jalur strategis.

Menempati ruang kaca ukuran sekitar 5x3 meter, keberadaan RUKMAYA berada di balik loket tiket bus antar kota luar provinsi. Berada di lorong sepi. Tepatnya di lorong dekat ATM center depan pos siar. Ada tas, sandal, aneka bros, sepatu, baju, kaus, hingga semua sovenir.

Bahkan ada juga produk makanan seperti bolu kukus produk umkm. Ada pula minuman menyehatkan macam Kunir asam dan minuman olahan lain yang dijual bebas. Namun, dari ratusan produk yang saat ini dipajang di rumah kreatif itu hanya ada beberapa yang laku. Semua Soevenir dijual dengan harga terjangkau.

Mulai dari Rp 5.000 per item hingga Rp paling mahal Rp 150.00 per item seperti tas. "Kalau tas rajut memang mahal. Kalau tas dompet biasa Rp 35.000. Ramai pengunjung di RUKMAYA kalau ada tamu pejabat baru diarahkan ke sini," ucap Siti Ulifa, petugas RUKMAYA.

Kalau saban hari, stan untuk menjual produk UKM Kota Surabaya selalu sepi. Saat surya mengecek sendiri kondisi rumah RUKMAYA, kondisinya memang sepi.

Sepanjang siang tadi tidak tampak penumpang yang mau mampir ke stan milik Pemkot Surabaya itu. Yang bikin kaget adalah kondisi ruangan RUKMAYA yang tidak ada penyegaran Lay out.

Sejak tiga tahun lalu menurut Petugas RUKMAYA, keberadaan stan UKM itu bediri cantik di Purabaya. Namun tiga tahun berjalan, situasi pengunjung saat ini sepi.

"Coba tempatnya tidak nylempit seperti saat ini mungkin banyak penumpang yang mampir. Letaknya membelakangi penumpang yang lalu lalang," reaksi Mashuri, penumpang yang lain.

Bahkan yang bikin kaget kondisi stan milik Pemkot Surabaya itu, para penjaga RUKMAYA kerapkali mengibaskan kipas dari tangannya.

"Sumuk di sini soalnya AC-nya rusak. Katanya mau diganti," tambah Lutfiyah, petugas yang lain. Tampak terasa memang di dalam ruang kaca itu panas.

Surya yang siang kemarin melihat memang ruangan tertutup itu gerah. Bisa jadi karena panas ini sehingga pengunjung enggan mampir dan betah di RUKMAYA.

"Kukus Pakde Bude laris di sini. Semua produk di sini adalah karya UKM.Tidak mahal. Tapi memang kadang ramai kadang sepi. Kalau ada kunjungan pejabat Dishub ramai," kata Lutfiyah.